Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Doni : Satgas Penanganan Covid-19, Didistribusikan Mobil Laboratorium PCR Ke Pemprov Jabar

JAKARTA, Faktabandungraya.com,--- Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerima bantuan satu unit mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) senilai Rp4,1 miliar dari PT Mastindo Mulia untuk penanganan COVID-19. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Direktur PT Mastindo Mulia Yazirwan Uyun kepada Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.


Doni menjelaskan bahwa bantuan mobil laboratorium PCR ini akan didistribusikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Mobil laboratorium PCR ini akan kami distribusikan langsung kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelas Doni dalam keterangannya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu (22/7).
Doni juga menjelaskan bahwa Satgas Penanganan COVID-19 mendistribusikan bantuan mobil laboratorium PCR atas instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Wododo dan pengajuan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami mendistribusikan bantuan mobil laboratorium PCR ini atas instruksi Presiden RI untuk penanganan COVID-19 di Jawa Barat serta pengajuan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkap Doni.
Doni yang juga merupakan Kepala BNPB sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh PT Mastindo Mulia dan berharap agar bantuan ini dapat menjangkau daerah yang belum memperoleh kebutuhan tes PCR.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan mobil laboratorium PCR dari PT Mastindo Mulia dan semoga mobil ini dapat menjangkau daerah di Jawa Barat yang belum memperoleh kebutuhan tes PCR,” ucapnya.
Satu unit mobil laboratorium PCR dari PT Mastindo Mulia menggunakan chassis Mitsubishi Canter (2019/2020) yang dilengkapi dengan kapasitas 96 wells/holes sekali jalan dan dengan alat ekstraksi otomatis sehingga dapat mencapai kapasitas pemeriksaan hingga 30 ribu sampel spesimen per bulan.
Mobil laboratorium ini memiliki Bio Safety Cabinet untuk pengerjaan sampel serta ruangan dengan negative pressure yang difiltrasi menggunakan HEPA filter serta fasilitas pengaman lainnya untuk meminimalisir terpaparnya tenaga medis serta lepasnya virus ke lingkungan yang sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). (hmsGTN/red).


Posting Komentar

0 Komentar