Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Reses Anggota DPRD Jabar, Warga Keluhkan Pelaksanaan PPDB

BANDUNG, Faktabandunagraya.com,--- Anggkota Komisi V DPRD Jawa Barat Yod Mintaraga yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar, mengatakan selama melaksanakan kegiatan Reses III tahun sidang 2019/2020, dirinya banyak menerima keluhan warga terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didiku (PPDB) 2020.

Menurut Yod, keluhan masyarakat terutama terkait sulitanya mengakses internet saat mendaftarkan putra-putrinya saat mendaftar secara online. Hal ini terutama dirasaan oleh masyarakat di pedesaan hingga pelosok.

“adanya keluhan masyarakat terutama di pedesaan dan pelosok, tentunya harus menjadi perhatian pihak Dinas Pendidikan Jabar dan harus dilakukan evaluasi”, kata Yod Mintaraga kepada wartawan saat ditemui Bandung, Senin (20/7-2020).

Dikatakan, politisi senior partai Golkar ini, saat reses ke-3 kemarin, Dirinya banyak menerima aspirasi dan keluhan. Salah satunya sektor pendidikan, terutama PPDB online yang banyak dikeluhkan masyarakat di pedesaan dan pelosok di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya masyarakat di pedesaan,mereka mengeluh harus memanjat genting atau ke perbukitan untuk masuk ke aplikasi atau mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah dambaannya saat pelaksanaan PPDB online, karena sulitnya akses internet di wilayahnya,jelas wakil rakyat dapil Jabar XV kabupaten Tasikmalaya dan kota Tasikmalaya ini.

Ditambahkannya belum lagi kurang pahamnya peserta didik apalagi orang tua di pedesaan terhadap penguasaan teknologi informasi yang menambah sulit mereka mengikuti PPDB online. Sehingga baik orang tua atau peserta didik selalu salah memasukkan data saat PPDB online.

“Saya cukup memahami kondisi di Kabupaten atau Kota Tasikmalaya yang memang secara geografi sangat berbeda. Apalagi perbedaan layanan akses internet antara kota dan pedesaannya. Di perkotaan PPDB online memang tak menimbulkan masalah, tetapi di pedesaan yang sulit jaringan, sampai warga harus naik atap rumah tetap saja tak bisa akses internet,” kata dia.

Selain itu, keluhan banyaknya orang tua dan peserta didik yang tak memiliki handphone atau laptop dan lain sebagainya menambah sulit mereka mengikuti PPDB online. Baik itu PPDB SMA, SMK, SMP dan SD sekalipun. “Orang tua atau peserta didik yang melek teknologi tak akan bermasalah, ini yang sama sekali tak paham, belum lagi tak punya handphone atau alat sejenis untuk ikut PPDB online, itu sangat menyulitkan,” terang dia.

Maka dari itu, Yod meminta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengevaluasi sistem PPDB online. Perlu ada kebijakan lain untuk PPDB bagi masyarakat di pedesaan atau pelosok yang wilayahnya sama sekali tidak ada akses internet. “Permasalahan yang dialami masyarakat di pedesaan ini harus menjadi sebuah pertimbangan membuat kebijakan (penerapan PPDB online), agar pelaksanaan PPDB bisa diikuti semua masyarakat dengan baik di semua wilayah,”pungkasnya.(dbs/red).

Posting Komentar

0 Komentar