Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Riung Priangan Reborn dan Semangat Bantu Pulihkan Sektor Pariwisata

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Dampak Pandemi Covid-19 yang terjadi selama 4 bulan ini, telah menggerus pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor ekonomi pariwisata. Tak terkecuali dialami oleh bisnis perhotelan yang semakin menurun jumlah okupansi.

Atas dasar hal tersebut, Riung Priangan, sebuah perhimpunan para General Manager (GM) hotel berbintang di Kota Bandung. menggelar Gathering guna menyusun langkah dan strategi menghadapi masa pandemi.

Pertemuan yang digelar di Arion Swiss Bell Hotel Bandung, pada Hari Jumat (24/7/2020). Riung Priangan "Reborn” fokus membahas kesiapan perhotelan sebagai salahsatu bagian dari pariwisata Bandung dalam membantu pemulihan ekonomi sektor pariwisata.

"Kedepannya Riung Priangan akan mencanangkan beberapa kegiatan di masa pandemi covid 19 ini. Di mana kegiatan tersebut akan dilakukan dengan bekerja sama dengan beberapa pihak lain yang tujuannya berusaha untuk memulihkan pertumbuhan hotel dan pariwisata dimasa pandemi ini," ujar Ketua Riung Priangan Arief Bonaf‘lanto.

Untuk itu, kata Arief, diperlukan visi dan misi bersama dari para General Manager (GM) Hotel yang tergabung dalam perhimpunan Riung Priangan dalam menghadapi masa pandemi ini.
Saat ini, lanjut Arief, ada beberapa acara yang sedang dijalankan yang merupakan hasil kerja sama PHRI dan Dinas Pariwisata. Diantaranya Bandung Great Sale & West Java Great Sale 2020.

"Diharapkan kegiatan tersebut bisa membantu ,mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk berkunjung kembali ke bandung," harapnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Riung Priangan yang berkolaborasi dengan seluruh insan perhotelan, restoran, dan unsur pendukung pariwisata lainnya. Diharapkan bisa menjadi wadah kreasi yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara sehingga dapat membantu pemulihan pariwisata Bandung-Jawa Barat sebagai tujuan pariwisata terkemuka di Indonesia.

Guna menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam dunia pariwisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat (Jabar) sudah menerapkan standar opersional prosedur (SOP) sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). SOP tersebut berupa cleanliness, healthy, and safety (CHS), guna memutus penyebaran Covid-19 dalam mengembalikan kondisi ekonomi pariwisata di Jabar.

Arief Bonafnanto juga menjelaskan, sebelum beroperasi kembali, seluruh restoran dan hotel yang termasuk anggota PHRI Jabar melakukan simulasi, sosialisasi, dan uji coba pelaksanaan CHS tersebut.

"Penerapan CHS ini melibatkan semua bagian dalam industri pariwisata seperti hotel mulai dari karyawan, tamu, sampai fasilitas hotel maupun restoran," katanya.

Saat ini, lanjut Arief, hampir semua hotel membatasi kapasitas tamu hotel yang hanya 50 persen dari keseluruhan. Menyediakan layanan khusus kepada tamu yang ingin melaksanakan isolasi mandiri di hotel, menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan pembersih tangan (handsanitizer) di depan hotel atau tempat strategis Iainnya.

Pembatasan aktivitas tamu hanya di dalam kamar yang dapat memanfaatkan layanan kamar (room service), serta menutup fasilitas hotel yang dapat menciptakan kerumunan orang dalam area hotel, melakukan screening pengunjung sebelum memasuki lokasi hotel seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, dan jaga jarak, jelas Arief.

"Sementara untuk karyawan, manajemen memastikan karyawan dalam keadaan sehat dan mewajibkan karyawan menggunakan masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja," pungkasnya. (Cuy)

Posting Komentar

0 Komentar