Tak Lagi Meluap Saat Hujan, Dansektor 21 Alihkan Alat Berat dari Sungai Cidurian

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Setelah lima bulan melakukan pengerukan sedimentasi di sungai Cidurian, Satgas Sektor 21 rencananya akan menarik dan mengalihkan kegiatan alat berat Excavator ke tempat yang akan membutuhkan.

Hal itu diungkapkan Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat ketika meninjau pengerjaan pengerukan sedimentasi sungai Cidurian di wilayah Desa Buahbatu, Kamis (16/7/2020). Sedimentasi merupakan salahsatu permasalahan yang terjadi di anak-anak sungai Citarum, khususnya anak sungai yang ada di wilayah Sektor 21.

"Anak sungai yang bermuara ke citarum, kendalanya adalah sedimentasi. Kita sudah melaksanakan pengerukan di beberapa anak sungai. Sungai Citepus, Cipamokolan dan sekarang Cidurian," ujar Dansektor.

"Tapi karena keterbatasan alat berat, kita tidak bisa melaksanakan pengerukan secara serentak. Kita lihat prioritas, mana sungai yang memang sudah sangat dangkal kita lakukan pengerukan," ungkapnya.


Untuk itu, setelah melihat perkembangan dan hasil pengerukan sedimentasi di sungai Cidurian sudah cukup optimal dan air sungai tidak melimpah saat hujan deras. Dansektor 21 akan menghentikan sementara pengerukan dan menarik alat berat untuk dialihkan ke tempat lain.

"Karena saya sudah melihat dan mengecek, dan saya tanya juga dengan semua pekerja, tiga kilometer udah rampung. Udah saya anggap cukup, hari senin nanti akan saya tarik alat berat ke posko. Nanti akan saya lihat lagi sungai mana yang urgent lebih membutuhkan," terangnya.

Selain itu, Dansektor 21 juga mengapresiasi partisipasi warga atau pihak swasta, khususnya PT. GSP (Generasi Sinergi Prima) Property, pihak pengembang yang telah membangun tanggul setinggi 3 Meter dari permukaan sungai. Dirinya menilai bahwa hal ini menunjukan dalam menjaga lingkungan dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas semua pihak, termasuk masyarakat.

"Untuk tambahan tanggul ini merupakan bentuk partisipasi warga, karena selain memiliki kepentingan terhadap perumahan juga untuk warga sekitar," harapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Ariansyah Eka Saputra selaku CEO PT. GSP Property menyampaikan bahwa pihaknya memang berkepentingan sekali untuk mengamankan kawasan agar terhindar dari limpasan air sungai ketika musim penghujan.

"Kalau sampai terjadi banjir otomatis bisnis menjadi terganggu," ungkapnya.

Tanggul yang dibangun memiliki panjang 675 Meter, dengan ketinggian dari dasar sungai setinggi 3 Meter.

Sebagai pengusaha, dirinya juga mewakili sebagai warga di wilayah desa Buahbatu mengucapkan terimakasih banyak kepada Kodam III Siliwangi, Komandan Sektor 21.

"Karena ini dampaknya sangat terasa sekali, dua tahun lebih tidak pernah sungai Cidurian diperhatikan pengerukannya. Kalaupun sebelum-sebelumnya pernah dilakukan pengerukan, itu tidak lebih dari 2 dua minggu dan panjangnya hanya lima ratus meter," tuturnya.

"Saya pikir hampir sepuluh tahun ke belakang, ini (pengerukan) yang paling berdampak. Tiga Kilometer dikerjakan sampai 5 bulan," ucapnya.

"Kami merasakan sekali dampaknya, musim hujan kemarin limpasan air sudah tidak ada. Mudah-mudahan kedepannya tetap seperti seperti saat ini," ungkap Ariansyah. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.