Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Ada Apa ?... Komisi II Lagi Raker Bahas RKUA-PPAS, Tiba-tiba Dihentikan


BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, melalui Komisi-komisi saat ini tengah membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA)- Plapon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 dan RKUA-PPAS Perubahan tahun 2020, temasuk juga Komisi II.

Komisi II DPRD Jabar, pada Jum’at (14 Agustus 2020) kemarin, tengah menggelar rapat kerja dengan mitra dari Dinas Perkebunan Jawa Barat (Disbun Jabar) yang turut dihadiri Kadis Kehutanan Epi Kustiawan, membahas rancangan KUA-PPAS tahun 2021, diruang kerja Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jabar, jalan Diponegoro no 27 Bandung.

Namun, ditengah berlangsungnya raker, tiba-tiba, Sekretaris Komisi II Yunandar selaku Pimpinan rapat, langsung menutup rapat. Ada apa dan kenapa ?...

Yunandar membenarkan, bahwa dirinya selaku pimpinan rapat terpaksa menghentikan rapat kerja, setelah mendapat informasi dari staf dan info yang beredar melalui WhastApp (WA) bahwa hasil swab test sudah keluar. Dan hasilnya ada sebanyak 38 orang terkonfirmasi positif covid-19. Dari 38 orang tersebut ada sebanyak 7 anggota dewan.

“ Saya tidak mau ambil resiko, maka rapat kerja langsung saya tutup dan sudahi”, kata Yunandar saat dikonfirmasi faktabandungraya.com, melalui telepon seluluernya, Sabtu (15/8-2020).

Dikatakan, dari 7 anggota terkonfirmasi positif covid-19 tersebut, tidak ada satupun dari Komisi II. Sedangkan sisa 31 orang lagi  terdiri dari 9 ASN dan 22 orang Non ASN.

"Terus terang, saya  tidak hapal semua pegawai Setwan, dan tidak hapal juga tugasnya dimana, di bagian apa saja. Jadi, untuk mengantisipasi dan demi keselamatan bersama peserta rapat, maka rapat langsung saya tutup dan sudahi, ujarnya.

Saat ditanya, apakah ruangan kerja Komisi, Banmus dan Bangar serta Pansus dapat dikatakan steriil dari virus covid-19 ?.. menurut Yunandar, dirinya tidak yakin. Hal ini, mengingat ruangan-ruangan tersebut setelah dipakai rapat tidak langsung disemprot dengan disinpektan.

“Saya sudah minta kebagian persidangan dan bagian umum, agar setelah rapat ruangan langsung disemprot dengan disinpektan, tapi nyatanya tidak, dan hanya dibersihkan dan dilap-lap saja oleh pegawai cleanning servive. Padahal kita tidak tahu, apakah peserta rapat dalam kondisi sehat, OTG (Orang Tanpa gejala) atau terpapar positif covid-19, ujar politisi PDIP ini.

Yunandar menambahkan bahwa sejak merebaknya virus corona/ pendemi covid-19, beberapa bulan lalu, mengikuti anjuran pemerintah dan mentaat protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan pakai sabun antiseptik. Hal ini sebagai antisipasi diri demi menjaga kesehatan diri, keluarga dan orang lain .

Adapun terkait, ke 7 anggota DPRD Jabar terkonfirmasi positif covid-19, Yunandar mengatakan, dari FPDIP : 1 anggota, FGerindra-Persatuan :1, FPKB: 2, FDemokrat : 2, FGolkar :1

Saat ini, ke 7 rekan kami tersebut, tengah menjalani isolasi mandiri, ada yang dirumah masing-masing dan ada juga melakukan isolasi di gedung BPSDM jabar, jalan Cipageran Cimahi, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar