Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Anggota DPRD Jabar Masih Menemukan Bannsos Kurang Tepat Sasaran

Anggota DPRD Jabar, Hj. Iis Turniasih (FPDIP) melaksanakan reses di
Desa Karangsinom Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang,  (foto:humas)
  
KARAWANG, Faktabandungraya.com,--- Bantuan sosial paket sembako dari pemerintah provinsi Jawa Barat bagi keluarga terdampak covid-19, kurang tepat sasaran ternyata masih ditemukan di Kabupaten Karawang. 

Masih cukup banyak warga karawang yang seharusnye menerima bansos sambako dari Pemprov Jabar malah tidak dapat dan sebaliknya ada keluarga mampu malah dapat bantuan sembako.

Temuan bansos kurang tepat sasaran ini disampaikan warga kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang kepada anggota DPRD Jabar dari Jabar X, (Kabupaten Karawang-Kab Purwakarta) Hj.Iis Turniasih, saat melaksanakan kegiatan Reses I  tahun sidang 2020-2021 di  Desa Karangsinom Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang. Jum'at, (13/11/20).

Selain masalah bantuan sosial, masyarakat Karangsinom juga menyampaikan aspirasi jalan lingkungan, penanganan banjir .

Menanggapi aspirasi masyarakat Karangsinom kec.  Tirtamulya, Iis Turniasih mengatakan, masih ada penyaluran bansos kurang tepat sasaran, tentunya kharus segara dilaporkan kepada aparat kewilayahan (kades dan Camat). Karena aparat kewilayahan lah yang paham dan mengerti akan kondisi warganya.

Kan tujuan pemberian bantuan sosial itu ditujuakan bagi masyarakat yang kondisi ekonomi lemah, akibat dampak dari pendemai covid-19.  Untuk itu, seharusnya pemerintah berupaya meningkatkan selektifitas pendataan warga dilihat dari sisi ekonominya.

"Bantuan itu kan kadang-kadang yang harusnya tidak menerima malah menerima, dilihat dari sisi ekonomi keliatannya memang ada malah tidak layak untuk dibantu tapi ternyata itu yang menerima bantuan jadi tidak tepat" kata politisi perempuan dari Fraksi Partai PDIP ini.

Iis meminta, Pemerintah Provinsi harus berkoordinasi dengan pemerintah tingkat Desa, terkait sinkronisasi data penerima bantuan karena tingkat Desa lebih mengetahui mana yang hak untuk menerima dan tidak menerima.

"Mungkin kalo menurut saya, sebaiknya itu pemprov itu mendapat data dari desa, kan desa yang lebih tau mana yang punya hak untuk mendapat bantuan, mana yang tidak, bagusnya melalui RT, dulu RW dan desa," pungkasnya.

Sedangkan terkait, aspirasi jalan lingkungan,  Iis Turniasih mengatakan, berdasarkan status jalan bahwa jalan lingkungan itu kewenangannya ada di pihak Kabupaten, untuk kita di DPRD Jabar paling bisa bantu dalam bentuk bantuan keuangan (bankeu) dari provinsi ke Kabuapten.  Nanti pihak kabupatenlah yang akan membangunnya.

Iis menterahkan bantuan Masker (foto:humas)

Adapun aspirasi terkait banjir, Iis mengatakan, memang sebagian daerah Karawang rawan banjir, hal ini karena sodetan sungai Cibeet yang belum tuntas, sehingga berdampak terhadap lingkungan, ditambah lagi saat ini musim hujan, banjir pasti melanda karawang.

Lebih lanjut Iis Turniasih mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan masyarakat Tirtamulya sudah dicatat dan ditampung, saya akan dorong dan diperjuangkan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah Kab Karawang dan maupun Pemprov Jabar.

Namun, lanjutnya, tidak semua aspirasi dapat dibawa ke tingkat provinsi, untuk itu, pihaknya akan terlebih dahulu memilah persoalan, yang mana menjadi tanggungjawab Kab Karawang dan mana tanggungjawab Provinsi Jabar.

“Untuk yang masuk tanggungjawab provinsi, kita dorong dan perjuangkan untuk dapat masuk dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dianggarkan dalam APBD Jabar,” ujarnya.

Usai melekasankan Reses, Iis Turniasih membegai-bagikan masker kepada warga Tirtamulya, dan menghimbau agar selalu mentaati protokol kesehatan 3M +1T ( Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) + Tidak berkerumun. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan memutus mata rantai virus covid-19, tandasnya. (usd/sein).

Posting Komentar

0 Komentar