Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Yesa Sarwedi : Asesmen Nasional Bukan Indikator Kelulusan Siswa

Kabid PSMA Disdik Jabar Yesa Sarwedi ( foto:istimewa)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa barat melalui  Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Yesa Sarwedi menegaskan, Asesmen Nasional bukanlah indikator kelulusan siswa.

Menurut Yesa, sebagaimana dikatakan oleh Kemendikbud, Nadiem Makarim bahwa tujuan AN adalah untuk memantau keberhasilan pembelajaran di setiap sekolah, jadi Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan.

Untuk diketahui bahwa, sampai saat ini pendataan peserta Asesmen Nasional di SMA/MA di Jabar telah mencapai 71% atau 2.080 sekolah. Adapun jumah SMA yang mengikuti Asesmen Nasional sebanyak 1.646 sekolah dengan 231.697 peserta. Untuk madrasah aliah (MA) sebanyak 1.269 sekolah, dengan 23.128 peserta.

"Proses pendataan sudah berjalan. Untuk kebijakan, posisi kita tentu saja mengikuti keputusan pusat (Kemendikbud)," kata Yesa, baru-baru ini.

Sebagai informasi bahwa pada Kamis, 21 Januari 2021 lalu,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR RI, mentakan, bahwa pelaksanaan Asesmen Nasional yang sedianya dijadwalkan pada Maret 2021, diundur menjadi bulan September-Oktober 2021.

Diundurnya pelaksanaan Asesmen Nasional ini, menurut Mendikbud dengan alasan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. "Jadi, Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021.

Adapun alasan lainnya, menurut Mendikbud, adalah memastikan kesiapan sekolah penyelenggara Asesmen Nasional memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan Asesmen Nasional.

”Kesiapan logistik dan infrastruktur itu harus optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan bagi siswa,” tuturnya.

Namun, Mendikbud memastikan Asesmen Nasional tetap dilaksanakan tahun ini. Sebab, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengetahui learning outcome dan seberapa besar gap loss yang terjadi akibat pandemi.

”Kita tidak ada ujian dalam skala nasional di 2020 karena pandemi Covid-19 dan tahun 2021 pun kalau tidak dilaksanakan, kita tidak punya data point baseline. Artinya, kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Kalau kita tidak bisa mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran dan bantuan untuk sekolah yang membutuhkan bantuan,” tandasnya. (*/sein).

 

Posting Komentar

0 Komentar