Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Ir.Ketut Sustiawan : Kedepan Kota Bandung Butuh Pemimpin Yang Revolusioner

Sekretaris DPD PDIP Jabar Ir.Ketut Sustiawan dan Didik Jamaludin
 (pengurus KNPI KEcamatan Mandalawangi kota Bandung) (foto:istimewa) 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,---  Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa barat Ir. Ketut Sustiwan mengatakan, sebenarnya  mayoritas  rakyat kota Bandung  sudah sangat menginginkan ada perubahan kepemimpinan yang revolusioner, di tingkat Kota Bandung.

Keinginan, kepemimpinan revolusioner  yang inginkan rakyat kota Bandung seperti Presiden RI Soekarno alias Bung Karno, seperti saat menghadapi penjajah Belanda jaman kolonial. Namun, kondisi sekarang tentunya berbeda, yang dihadapi saat ini dan kedepan adalah tantangan kemajuan teknologi, impreialisme dan neoliberisme.

Hal ini dikatakan Sekretaris DPD PDIP Jabar Ir. Ketut Sustiawan kepada pengurus KNPI Kacamatan Mandalasi Kota Bandung adalam acara bincang santai dengan tema “Regenerasi Kepemimpinan Kota Bandung:, di kantor DPD PDIP Jabar jalan Pelajar Pejuang Bandung, Selasa(2/3-2021).

Dikatakan,  mungkin Pemimpin Kota Bandung tidak mencapai maqom seperti Bung Karno. Namaun, Kita harus mencari pemimpin baru yang revolusioner sesuai dengan tuntutan rakyat yang bergelora serta mengantisipasi tantangan imperialisme dan neoliberisme sekaligus, ujar  Ketut "

Hitung-hitungan mereka, yang menginginkan perubahan dan terwakilkan di parlemen Kota Bandung sesungguhnya sudah mencapai 70 persen dari total rakyat Kota Bandung.

Sementara itu, KNPI Kecamatan Mandalajati Kota Bandung Bidang Politik, Hukum dan Ham Didik Jamaludin mengatakan,  pak Ketut Sustiawan merupakan politisi senior PDI Perjuangan, beliau  menitih karier politiknya dari tingkat bawah.  Pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandung, Anggota DPRD Jawa Barat dan kini menjadi anggota DPR RI kali kedua.

Tadi juga pak Ketut Sustiawan,  menyampaikan bahwa Narasi perjuangan rakyat, khususnya keadilan sosial dan kemakmuran rakyat kecil harus terus didengungkan.  Ditambah, pemimpin-pemimpin senior harus terus memikirkan arah perjuangan rakyat yang Ruhnya Bung Karno di Kota Bandung harus di gelorakan kembali agar kaum marhaen bisa di prioritaskan dari birokrasi Kota Bandung, kata Didik.

"Regenerasi kepemimpinan bangsa harus menjadi agenda pokok, karena tahun 2024 kaum muda harus mendominasi politik nasional dan kaum tua  mensupport kaum muda," tandasnya. (*/red).

Posting Komentar

0 Komentar