Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Agam : Selama Tidak Ada Pemekaran Wilayah, Jabar Ketinggalan Dari Jatim dan Jateng

Selasa, 20 April 2021 | 20:40 WIB Last Updated 2021-04-20T13:40:28Z
Klik

H.Mirza Agam Gumay, SM.Hk, anggota Komisi I DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra
(foto:istimewa)
BANDUNG, Faktabandugraya.com,---Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat,  H.Mirza Agam Gumay, SM.Hk mengatakan, hingga saaytnya pembangunan di seluruh wilayah  provinsi Jawa Barat. Masih merata, bahkan ada ketimpangan antara wilayah Selatan dengan Barat, Tengah dan Utara.

Ketimpangan pembangunan ini terjadi dikarenakan jumalh penduduk Jawa barat cukup besar dan juga jumalh wilayah kabupaten/kota jumlahnya masih kurang untuk itu, perlu dilakukan pemekaran wilayah atau berdirinya Daerah Otonomi Baru (DOB).

Provinsi Jabar dengan luas area jauh dibandingkan dengan Jateng dan Jatim.  Tetapi hingga kini Provinsi Jabar hanya memiliki 18 Kabupaten dan 9 kota, sedangkan Provinsi Jateng sudah ada 29 Kabupaten  dan 6 kota. Dan Provinsi Jatim sudah ada 29 Kabupaten dan 9 kota.

Banyaknya jumlah kabupaten –kota tentunya sangat berpengaruh terhadap masuknya dana perimbangan dari pusat. Untuk itu, DPRD Jabar melalui Komisi I yang membidangi pemerintahan dan pemekaran wilayah sangat mendorong, dilakukan pemekaran beberapa wilayah.  

Demikian dikatakan Agam---sapaan --- Mirza Agam Gumay saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (20/4-2021).

Dikatakan, terkait rencana pemekaran wilayah, sebenarnya sudah ada beberapa wilayah  yang sudah dikaji dan bahkan sudah dibuatkan rancangan undang-undangan otonomi tetapi belum diparipurnakan atau belum disahkan oleh DPR RI bersama pemerintah pusat.  Hal ini karena moratorium pemekaran wilayah belum dicabut oleh pemerintah.

Adapun calon DOB yang tinggal menunggu pengesahan UU-nya  terdiri dari DOB Garut Selatan,  Cianjur Selatan dan Bogor Barat.  Bahkan baru-baru ini sudah disahkan dua Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) yaitu Bogor Timur dan Indramayu Barat, ujar Agam.

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra ini mengatakan, bila dilihat dari perbandingan jumlah penduduk, dimana jumlah di Jawa Timur perbedaannya dengan Jabar hampir 10 juta.  Dan Jawa Tengah perbedaannya dengan Jabar 12 juta. Namun, walaupun jumlah perbandingan jumlah penduduk, Jabar lebih banyak dari Jateng dan Jatim, akan tetapi bantuan dari pusat, tertinggal 10 sampai 12 triliun.

Untuk itu, Kita terus berusaha. Saya termasuk orang paling semangat didalam mendorong pemekaran wilayah di jabar untuk menjadi DOB, terutama untuk segera berdirinya  DOB Cianjur Selatan.

Adapun terkait DOB Cianjur Selatan, anggota dewan dari daerah pemilihan Jabar 4 Kabupaten Cianjur ini mengatakan, pihaknya bersama anggota DPRD Jabar dari Dapil Jabar 4 (Kabupaten Cianjur) dan didorong juga oleh anggota DPR RI dari Dapil Cianjur, untuk terus mempersiapkan proses administrasi atau melengkapi administrasi untuk keseriuasan Kabupaten Cianjur  selaku kabupaten induk dalam mempersiapkan berdirinya kabupaten Cianjur Selatan yang mandiri/ otonom.     

Agam juga menambahkan, beberapa tahun belakangan ini masyarakat Cianjur Utara juga sudah mulai mempersiapkan diri dan administrasi persyaratan untuk wacana Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cianjur Utara (Kota Cipanas).

CDPOB Cinajur Utara ini walaupun baru sebatas wacana namun sudah mulai dikaji dari tingkat Desa, Kecamatan dan bahkan di tingkat Kabupaten Cianjur. 

“Kami di DPRD Jabar khususnya di Komisi I pada prinsipnya  siap membahas dan mendorong pemekaran suatu wilayah menjadi DOB yang mandiri dan otonom. Untuk itu, kita (DPRD Jabar-red) bersama Pemprov Jabar sangat mendorong agar pemerintah pusat dalam hal ini Presiden untuk segera mencabut moratorium.

Selama belum dicabutnya moratorium dan  tidak ada pemekaran wilayah, maka Provinsi Jabar akan ketinggalan, tandasnya. (adikarya/husein).

 

×
Berita Terbaru Update