Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Memo Minta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar Untuk Meningkatkan Konektifitas Jalan

DPRD jAbar bnersama Pemprov Jabar meninjauan kondisi jalan di Jabar selatan (foto :istimewa) 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Drs.H.Memo Hermawan mengatakan, walaupun pemerintah pusat telah mengeluarkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat, bukan berarti percepatan perbaikan jalan dan koneksitasnya dapat diperlambat. Tetap harus dikerjakan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Konektifitas  dan kemantapan jalan tentunta sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus transportasi manuasi dan barang, teruta saat mengangkut kebutuhan bahan pokok dasil pertanian dan perkebunan ke kota-kota besar.

Untuk itu, kang Memo—sapaan-- Memo Herwaman, dirinya bersama seluruh anggota Komisi IV DPRD Jabar dalam beberapa kali rapat dengan mitra kerja dari Dinas BMPR Jabar untuk dapat meningkatkan konektifitas jalan-jalan di Jabar.  Karena berdasarkan data dari Dinas BMPR Jabar sendiri menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2020 lalu, tingkat konektifitas jalan diJabar baru sebesar 50 persen lebih. Untuk itu, Komisi IV DPRD Jabar mendorong Pemprov Jabar melalui Dinas BMPR untuk dapat ditingkatkan menjadi 60 persen sampai akhir tahun 2023 mendatang.

Menurut Kang Memo --- sapaan Memo Hermawan---, konektivitas jalan di Jabar tidak hanya jalan milik  provinsi saja yang diperhatikan, Namun, kuantitas dan kualitasnya jalan kabuapten kota pun harus diperbaiki. Termasuk juga konektivitas dengan jalan Nasional. 

“Konektivitas itu dilihat dari kemantapan jalan dan aksesbilitasnya. Misalnya dari 10 jalan, kemantapan yang baik baru dua ruas. Sisanya terhubung tapi jalannya ga mantap,” ujar  Kang Memo saat dihubungi melalui telepon selulernya, belum lama ini.

Kang Memo mencontohkan, di Kabupaten Garut, warga Singajaya harus memutar melewati Cikajang dan Cisompet lebih dulu untuk sampai Pameungpeuk lewat jalan berkualitas baik. Warga Garut Kota pun masih banyak yang melewati Kabupaten Bandung untuk mencapai Cisewu yang masih Kabupaten Garut.

H.Memo Hermawan , Anggota Komisi IV DPRD Jabar (foto:istimewa). 

Padahal bila dilihat dari peta wilayah kedua wilayah tersebut lokasinya berdampingan, namun untuk mencapai lokasi tersebut harus mengakses jalan melalui kecamatan lain bahkan kabupaten lain.  Hal ini karena belum terkonektivatasnya jalan, sehingga angka konektivitasnya sedikit.

Guna  meningkatkan konektivitas jalan yang masih dibawah 50 persen, salah satu caranya dengan menyelesaikan kesenjangan infrastruktur untuk Jabar selatan. Untuk itu, DPRD Jabar melalui Komisi IV  mendorong pihak Dinas BMPR Jabar  agar angka konektivitas terus ditingkatkan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Jabar dibawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil – dan Wagunb Uu Ruchanul Ulum.

Konektivitas  jalan Jabar Selatan angkanya masih kurang dari 50 persen atau belum terkonek dengan baik. Hal ini tentunya berbeda dengan jalan-jalan di wilayah Jabar Utara, Tengah dan Barat yang sudah terkonek dengan baik, ungkap Kang Memo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.

Pantai selatan, sekarang sudah diprioritaskan jadi terhubung sampai timur. Namun, konektivitas jalur tengah dan selatan hampir 100 Km jadi jaraknya jauh.

“Ini yang harus dipotong. Koridor barat timur kurang tapi kalau utara selatan cukup banyak yang dibangun. Barat ke timur masih sedikit,” kata politisi senior PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut kang Memo, yang pernah menjadi Wakil Buapti Garut periode 2004-2009 mengatakan, akibat tak terkoneksi antar wilayah kecamatan terutama di Jabar Selatan, sehingga kalau pergi ke kecamatan lain terpaksa jalannya berputar dulu.  Hal inilah, secara tidak langsung membuat ketimpangan antar wilayah, tandasnya. (adikarya/husein).

 

Posting Komentar

0 Komentar