Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kekuatan Pentahelix Dalam Menangani Permasalahan Sosial Jabar “Wanita Rawan Sosial Ekonomi”

Dinsos Jabar Gelar  Webinar :Kekuatan Pentahelix Dalam Menangani Permasalahan Sosial Jabar
  “Wanita Rawan Sosial Ekonomi” ( hmsDinsos)
CIMAHI, Faktabandungraya.com,--- Dinas Sosial Jabar berkolaborasi dengan berbagai pihak untk mengembangkan pola edukasi dan motivasi masyarakat di masa pandemic ini.  Dinsos Jabar juga mengajak multipihak untuk semakin sadar dan berkomitmen untuk turut andil dalam penangan permasalahan sosial di Jawa barat khususnya wanita rawan sosial ekonomi.

Webinar yang di gelar Dinsos Jabar tersebut diikuti sebanyak 340 partisipan, dengan  menghadirkan sebagai Narsum pertama yakni Dr. Ineu Purwadewi Sundari, SE., MM.(Wakil Ketua DPRD Jabar).

Ineu memaparkan ranah legislasi DPRD dalam mendukung Pemerintah yakni OPD untuk semakin mendukung program penanganan Wanita Rawan Sosial Ekonomi.

“Regulasi yang baik tentunya berpihak pada masyarakat dengan menggunakan prinsip Good Governance, maka dari itu DPRD akan melakukan yang terbaik dalam penguatan dan pembentukan legislasi serta regulasi dan penganggaran yang dilanjutkan dengan pengawasan terhadap penanganan permasalahan perempuan di Jawa Barat”, ujar Wakil Ketua DPRD Jabar dalam paparanya seraya memberikan penguatan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan (Responsive Gender) khususnya pembangunan Kesejahteraan sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Atalia Prataya, S.IP., M.I.Kom.,  memberikan motivasi perempuan Jabar untuk turut peduli akan permasalahan sosial di provinsi dengan dengan 10 kali lipat angka yang lebih besar penduduknya dibandingkan dengan New Zealand.

Istri dari Gubernur Jawa Barat ini memaparkan kiprah perempuan yang harus selalu maju dalam memotivasi, mengedukasi serta sudah mulai action untuk peduli akan permasalahan perempuan di Jawa Barat.

Atalia  sebagai Pendiri sekaligus Ketua Umum Organisasi Jabar Bergerak Prov.Jabar ini memotivasi bahwa Semangat Pentahelix harus dimaksimalkan oleh perempuan Jawa Barat, benih benih keterlibatan multipihak dalam mendukung penanganan Wanita Rawan Sosial Ekonomi ini harus selalu disebarkan.

Atalia Prataya, S.IP., M.I.Kom (foto:hmsdinsos)

Hal ini terbukti, dalam kurun waktu beberapa tahun, pemerintah dengan petahelixnya sudah meluncurkan banyak program yang membantu perempuan Jawa Barat di bidang sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Atalia mengapresiasi kinerja Dinas Sosial Jabar yang tak henti hentinya menangani permasalahan sosial di Jabar yang begitu kompleks dan beragam.

“Rumah Singgah Humanis / Rangganis, merupakan sebuah program kolaboratif yang apik antara organisasi non pemerintah dengan Dinas Sosial Prov Jabar yang sudah 3 (tiga) tahun menangani pemerlu kesejahteraan sosial dengan memberikan layanan tempat singgah bagi pasien pasien yang tidak mampu yang sedang menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit”, ujar Atalia yang akrab disapa Ibu Cinta ini.

Webinar dengan packaging cantik dengan menghadirkan 3 (tiga) tokoh wanita inspiratif yang luar biasa ini, sengaja dihadirkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat untuk lebih mengedukasi dan memotivasi pengerak / mitra pemerintah dalam menangani permasalahan sosial dengan semangat pentahelix-nya meraih berbagai pihak untuk lebih peduli dalam menangani wanita rawan sosial ekonomi.

Narasumber berikutnya yang sudah melakukan action dalam upaya penanganan rehabilitasi sosial wanita korban tindak kekerasan seksual dan hamil diluar nikah adalah seorang wanita yang melindungi dan memberikan kasih sayang 13 (tiga belas) bayi yang dibesarkan dirumahnya seperti layaknya anak sendiri.

Pendiri yayasan Monica’s Angel dengan nama lengkap Monica Soraya Hariyanto ini memberikan motivasi bahwa anak adalah anugerah yang lahir suci tanpa dosa merupakan aset generasi anak bangsa tetapi ironis nya terkadang mereka hadir di tempat dan situasi yang tidak semestinya sehingga membuat ibu dari bayi bayi malang tersebut mengambil keputusan yang salah untuk menggugurkan, menelantarkan bahkan membuang bayi-bayi malang tersebut.

Selain membesarkan belasan bayi, wanita asal Jakarta ini sudah banyak membantu para ibu di beberapa daerah di Jawa Barat yang mengandung bayi yang tidak diinginkan dengan diberikan bantuan biaya, makanan, susu dan vitamin serta biaya pemeriksaan kesehatan kandungan sampai dengan kelahiran dari bayi tersebut.

 “Ada banyak sekali perempuan muda yang hamil tetapi tidak mengadukan permasalahannya kepada pemerintah sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan akte kelahiran dan KTP, untuk itu mari kita lebih berkolaborasi untuk memudahkan akses dan penanganan tersebut” harapan ibu monica dalam paparannya yang menggugah.

Kadinsos Jabar dr. H. Dodo Suhendar, MM. (foto:hmsdinsos)

Kadinsos Jabar menutup webinar dengan menyajikan video edukasi yang semakin menyadarkan participant webinar yang terdiri dari beberapa pejabat dilingkungan Provinsi, Anggota DPRD, kabupaten / kota maupun sebagai mitra sosial untuk lebih membangun kolaborasi dalam penanganan permasalahan wanita rawan sosial ekonomi di Jawa Barat.

Kadinsos Jabar, menambahkan program pengembangan inovasi Dinas Sosial di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial yakni Graha wanita mandiri yang kedepannya akan lebih baik. (hms/red).

 

Posting Komentar

0 Komentar