Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Percepat Pembangunan, Memo : DPRD Jabar Mendukung Pembentukan DOB GARUT UTARA

H. Memo Hermawan, Anggota DPRD Jabar dari Dapil Jabar 14 (Kabupaten Garut) ,
 (foto:istimewa)
GARUT, Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.Memo Hermawan mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara ( Gatra). Untuk itu, Memo minta kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Garut untuk  dapat secepatnya memberikan rekomendasi kepada DPRD dan Pemprov Jabar.  

Usulan  Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Garut Utara sudah  diagenda oleh DPRD Jabar. Namun, sesuai dengan aturan usulan CDPOB Garut Utara harus ada rekomendasi dari pemerintah kabupaten dan persetujuan DPRD Garut. Tetapi, hingga kini belum disampaikan ke provinsi.

Untuk itu, kami (DPRD Jabar-red) mendorong sekali agar Pemkab dan DPRD Garut untuk segera melengkapi persyaratan dan memberikan rekomendasi persetujuan CDPOB Garut Utara, kata H.Memo Hermawan kepada wartawan, terkait wacana pembentukan CDPOB Garut Utara, Selasa (1/6-2021).

Dikatakan, Kabupaten Garut memiliki luas wilayah administratif sebesar 306.519 Ha (3.065,19 km²) dengan jumlah kecamatan ada 42 kecamatan.  Nanti yang akan masuk wilayah Garut Utara ada 11 Kecamatan dan 116 desa.

Adapun,  kesebelas Kecamatan tersebut terdiri dari Limbangan, Cibatu, Kadungora, Karangtengah, Kersamanah, Leles, Leuwigoong, Malangbong, Selaawi, Sukawening, dan Cibiuk. Lokasi ibu kota daerah persiapan Kabupaten Garut Utara nantinya akan berada di Kecamatan Cibiuk, kata legislator Jabar dari daerah pemilihan Jabar 14 (Kabuapten Garut ini).

Ia menambahkan, cukup luasnya wilayah Kabupaten Garut dengan anggaran APBD yang terbatas, tentunya pembangunan dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan lebih cepat dari daerah kabupaten/kota yang ada di Jabar.

Untuk itu, kita (DPRD Jabar-red) terus mendorong kabupaten untuk dapat dimekarkan menjadi beberapa daerah otonomi baru (DOB).  Khusus untuk Kabupaten Garut, sampai saat ini yang tinggal menunggu dicabutnya moratorium oleh pemerintah pusat yaitu DOB Garut Selatan.

Jadi, terkait dengan wacana CDPOB Garut Utara (Gatra), DPRD bersama Pemprov Jabar sudah siap untuk melakukan kajian.Untuk itu, kita (DPRD Jabar) mendorong agar Pemerintah dan DPRD Garut untuk secepatnya melengkapi persyaratan dan memberikan rekomendasi CDPOB Garut Utara ke Provinsi.

Lebih lanjut Wakil Bupati Garut periode 2004-2009 ini mengatakan, pemekaran daerah dinilainya sangat penting bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami pasti akan mendukung keinginan masyarakat untuk pemekaran daerah seperti keinginan masyarakat Garut untuk pembentukan DOB Garut Utara. Ini memang harus dilakukan agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa dilakukan lebih cepat," ujar Memo yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar.

Kang Memo—sapaan—Memo Hermawan, juga mengungkapkan, provinsi Jabar ini memiliki wilayah cukup luas dengan penduduk terpadat di Indonesia. Namun, hanya memiliki 27 kabupaten/kota, terdiri dari 18 Kabupaten dan 9 kota. Sedangkan Provinsi Jateng sudah ada 35 kab/kota terdiri dari 29 Kabupaten  dan 6 kota. Dan Provinsi Jatim sudah ada 38 kab/kota terdiri dari  29 Kabupaten dan 9 kota.

Kenapa tingkat pembangunan Jatim dan Jateng lebih cepat di dibandingkat dengan Jabar, karena di dua provinsi tersebut, dapat menyerap anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat lebih besar.  Hal ini, karena memang jumlah kabupaten/kotanya jauh lebih banyak dibanding Jabar.

Untuk itu, kenapa kita dari  DPRD Jabar  sangat mendorong dilakukan pemekeran beberapa kabupaten di Jabar, termasuk juga pemekaran kabupaten Garut yang memiliki wilayah cukup luas dan jumlah penduduk cukup banyak. Jadi sudah sangat memadai dilakukan pemekaran daerah atau pembentukan DOB.

“Selama Garut belum dilakukan pemekaran wilayah, maka akan sangat sulit bagi Garut untuk melakukan pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya”, tandasnya. (adikarya/husein).

Posting Komentar

0 Komentar