Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Daerah Level 2 dan 3 di Jabar Dapat Menggelar PTM Dengan Prokes Ketat

Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar, DR.Dewi Sartika ( foto:dok istimewa)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat DR.Dewi Sartika mengatakan, kini seluruh Kabupaten / kota di Jawa Barat  sudah dalam PPKM Level 3, bahkan sudah ada 6 daerah berada di PPKM Level 2.  Sehingga, sekolah dapat melaksanakan Pelaksanaan Tatap Muka (PTM). 

Adapun keenam, daerah di Jabar yang berada di Level 2 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 tahun 2021, terdiri dari Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Indramayu, Majalengka dan tambahan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, daerah Kabupaten Cianjur dalam perpanjangan PPKM sebelumnya masih berada di zona merah (Level-4).  Namun dalam pecan ini Cianjur sudah berada di Level 2, ini kemajuan yang sangat  signifikan.  Selain Cianjur, Kabupaten Sukabumi juga berhasil masuk Level-2. 

Hal ini disampaikan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar DR.Dewi Sartika dalam acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) yang digelar secara virtual, Selasa 31(31/08-2021).  

Dengan masuknya Kabupaten Cinjur dan Kabupaten Sukabumi berada di Level-2, berarti tinggal 21 Kabupaten/kota di Jabar yang masih berada di Level-3 atau Zona Oranye resiko sedang.  

Dewi Sartika mengingatkan kepada seluruh daerah di Jabar baik yang sudah masuk Level-2 maupun Level 3  untuk tetap menjalankan kewaspadaan sesuai dengan level daerahnya masing-masing. 

Adapun terkait, rencana daerah untuk  melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kita serahkan kepada Kepala Dearah masing-masing.  Tetapi, kita selaku Satgas Penangan Covid-19, dalam rapat koordinasi dan evaluasi perkembangan penaganan covid-19 Jabar, telah mengingatkan agar, daerah yanga akan menggelar PTM, harus benar-benar menerapkan protocol Kesehatan secara ketat. Hal ini sangat penting mengingat pendemi masih ada.  Jadi kita tidak beleh kendur dalam prokes. 

Dewi Sartika menjelaskan Daerah level 2 dan 3, Pemerintah Provinsi Jabar melalui Satgas Penanganan Covid-19 akan mengizinkan daerah untuk menyelenggarakan PTM dengan pembatasan kapasitas siswa 50 persen dan tentunya dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat, jelasnya. 

Ia menambahkan, seluruh kabupaten kota di Jabar telah melakukan simulasi PTM  di berbagai sekolah, muali dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Bahkan berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Jabar dalam rapat penanganan covid-19,  dari ribuan sekolah yang telah menggelar simulasi PTM, dapat dinyatakan sudah sangat siap. Namun, karena Jabar masih berada di Level-4, maka belum diizinkan untuk melaksanakan PTM.

Guna mendukung PTM pada bulan September 2021 ini, Pemerintah pusat bersama Pemprov Jabar dan Pemkab/pemkot se Jabar intens memperluas sekaligus mempercepat vaksinasi bagi kalangan pelajar dan santri, guru, dan tenaga kependidikan.  

Lebih lanjut, Dewi Sartika  mengatakan, bahwa selama bulan Agustus ini, pemerintah provinsi Jabar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Vaksinasi terus meningkatkan pelaksanaan vaksinasi untuk kalangan pelajar (12-18 tahun).  

Hari ini, pak Gubernur  Jabar Ridwan Kamil mendampingi pak Presiden RI Jokowi  meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi bagi kalangan pelajar di Kabupaten Cirebon.    Percepatan  vaksinasi bagi kalangan pelajar untuk menghadapi PTM yang akan di gelar di Jabar pada awal September 2021 ini. 

Kegiatan vaksinasi bagi pelajar diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada para pelajar dalam persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan pada awal September 2021.

Vaksinasi bagi kalangan pelajar di Kabupaten Cirebon ( foto:humasjabar).

“Kita harapkan ini memberikan perlindungan, memberikan proteksi kepada pelajar dan para santri untuk mempersiapkan rencana PTM.  Bahkan dalam beberapa hari kedepan kita akan menggelar vaksinasi massal bagi pelajar dan santri di seluruh daerah di Jabar. Terutama di daerah-daerah yang tingkat penyebaran dan penularan Cocid-19 -nya tinggi, ujar Dewi Sartika.

Saat ditanya, tren menurunnya BOR dan meningkatkan tingkat kesembuhan warga dari covid-19 ?.   Dewi Sartika membenarkan bahwa selama bulan Agustus ini, tren BOR ( keterisian tempat tidur di RS) mengalami penurunan cukup signifikan, bahkan berdasarkan data dari Pikobar per 30 Agustus 2021, BOR sudah menumbus di angka 17,01 persen. Bahkan,  tingkat kesembuhan naik signikan Data Pikobar per 30 Agustus 2021, pasien sembuh berjumlah 2.660 orang dan yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri berkurang hingga 2.204 orang. 

Walaupun BOR turun dan tingkat kesembuhan meningkat, pak Gubernur mengingatkan kepada kita semua untuk tidak terlalu euforia dengan penurunan kurva pandemi mengingat mutasi dan kemunculan varian baru akan terus berjalan berdasarkan sifat alamiah virus. 

Masyarakat justru harus makin disiplin prokes 5M dan mematuhi segala aturan dari pemerintah. Petugas penegak hukum di kab/kota pun harus lebih giat menggelar operasi yustisi prokes dan razia humanis di titik-titik rawan, tandas Dewi Sartika menirukan ucapan Gubernur . (husein).