Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Wawali Kota Bandung Apresiasi Pendirian Posko Mandiri Penanganan Covid-19 Oleh Pedagang Pasar Jatayu

Wakil Wali kota Bandung Yana Mulyana, sebelum masuk kedapam Pasar Jatayu terlebih dahulu
mencuci tangan  dan tetap memakai maskert (foto:humas). 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Wakil Wali kota Bandung Yana Mulyana memberikan apresiasi kepada  padagang Pasar Jatayu yang telah mendirikan Posko Mandiri Penanganan covid-19. 

Menurut  Yana, dirinya penasaran dan ingin mengetahui sejauh mana para padagang di Pasar Jatayu Bandung dalam penerapan dan disiplin protocol kesehatan 3M. Selain itu, dirinya sengaja menyempatkan datang ke pasar Jatayu untuk  meninjau secara langsung Posko Mandiri Penanganan Covid-19 yang dibangun oleh para pedagang.  

“Saya sengaja masuk kedalam pasar Jatayu didampingi Camat Cicendo Bira Gumbira dan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Besi Jatayu, Yogi Sugiana, untuk melihat kondisi dalam pasar. Dan apa benar para pedagang dam pembeli menerapkan prokes 3M.  

Dan Alhamdullah, ternyata para pedagang dan pembeli benar-benar mematuhi prokes”, ujar Yana Mulyana kepada wartawan, Kamis (5/8-2021).

Pasar Jatayu merupakan bagian dari PD Pasar yang terdapat 295 kios, tadi saya juga mengecek Posko Mandiri Penanganan Covid-19.

“Poskonya sudah ada, tinggal kita akan siapkan personil Satgasnya di Pasar Jatayu ini.  Hal ini sebagai ikhtiar saling mengingatkan bagaimana menerapkan protokol kesehatan kepada pedagang dan pembeli,” ujarnya.

Menurutnya, para pedagang telah mematuhi protokol kesehatan. Termasuk mengatur jalur pintu masuk dan keluar.

“Hasil pantauan baik, alur juga diharapkan tidak ketemu antara pintu masuk dan keluar. Itu beda,” kata Yana.

Sementara itu Ketua Himpunan Pedagang Pasar Besi Jatayu, Yogi Sugiana, bahwa kami para pedagang Pasar Jatayu sangat mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, para pedagang selalu disiplin menerapkann protokol kesehatan.

Wakil wali kota Bandung Yana Mulyana meninjau kondisi kios dalam Pasar Jatayu ( foto:humas)

Para pedagang meyakini, jika Covid-19 terkendali maka kegiatan ekonomi dapat berjalan. Untuk itu, kita sesama pedagang saling mengingatkan, agar terus menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) kepada seluruh pekerja yang berada di Pasar Jatayu,” Yogi Sugiana.

Dikatakan Yogi, Pasar Jatayu masih dalam naungan PD Pasar Kota Bandung, di sini ada terdapat 295 kios dengan jumlah pekerja sekitar 700 orang.

Ia mengaku terus menyosialisasikan upaya penanganan Covid-19 agar kegiatan ekonomi berjalan baik dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pasar besi ada pada naungan PD Pasar. Di sini ada 295 kios, kalau setiap kios 3 orang, jadi sekitar 700 pekerja,” jelasnya.

Untuk iti juga para pedagang bersama Kecamatan dan Polsek Cicendo mendirikan posko mandiri penaganan covid-19.

“Kita terus berikan edukasi. Dari jumlah pekerja itu, baru 40 yang sudah divaksin. Untuk itu kita mohon bantuan kepada Pemkot Bandung supaya lebih intens mengedukasi,” ujarnya.

Sedangkam Camat Cicendo, Bira Gumbira [A1] mengatakan, pembentukan posko tersebut sebagai upaya dari pemerintah, forkopimda dan pedagang untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Unsur pemerintah dan Forkopimda berupaya untuk menangani situasi ini. Sehingga ada situasi PPKM tentu karena beberapa sektor yang nantinya dilakukan kelonggaran. Sesuai intruksi Kapolri di pasar harus membentuk posko PPKM,” ujarnya.

“Maka dari itu, Polsek membentuk satuan tugas. Dan para pedagan pun antusias,” tutur Bira.

Di wilayah Cicendo terdapat beberapa pasar, di antaranya pasar Jatayu terdiri dari pasar teknik, pasar Hehejoan (perlengkapan militer) dan Arjuna Sekitar. Ada juga pasar Pamoyanan dan Pasar Gang Saleh.

“Kita dorong untuk membentuk posko PPKM,” tuturnya.

Terkait vaksin, ia terus berupaya untuk percepatan vaksinasi. Di wilayah Cicendo terdapat gerai vaksinasi. Selain puskesmas juga di klinik dan pengusaha.

“Khusus kecamatan Cicendo ada gerai vaksin. Kita harus percepatan, ada juga klinik dan di Istana Plaza. Sampai saat ini berupaya untuk percepatan agar terbentuk ‘herd immunity’,” tandasnya. (yan/sein).