Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DPRD Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Tengah Selatan Sepanjang 357,00 km.

Kamis, 09 September 2021 | 13:22 WIB Last Updated 2021-09-09T06:22:05Z
Klik

Peta  pembangunan Jalur Tengah Selatan ( foto:humasjabar)
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,---DPRD Provinsi Jawa Barat sangat mendukung dan mendorong, percepatan pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS). Kehadiran JTS sudah sangat lama dinantikan oleh masyarakar Jabar bagian Tengah Selatan. 

Selama ini aksesbilitas dari Tengah Ke Selatan kondisi jalan sangat jelek dan lagi pula cukup jauh mencapai puluhan kilometer karena harus memutar dulu, sehingga waktu tempuhya cukup lama Maka diharapkan dengan adanya JTS dapat memangkas waktu tempuh dengan kondisi jalan layak. 

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H.Daddy Rohanady, kehadiran JTS selain memangkas waktu tempuh, juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat Jabar Tengah Selatan, bahkan juga dapat meningkitkan potensi desa wisata.

"Selama ini memang telah terjadi disparitas pembangunan antar wilayah di Jabar, antara Tengah, Utara,Barat dan Selatan. Untuk itu, DPRD Jabar mendorong agar pemprov jabar menggenjot pembangunan sektor infrastruktur dengan membangun Jalur Tengah Selatan (JTS)" kata Daddy Rohanady saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (09/09-2021).  

Kita (DPRD Jabar-red) beberapa kali mengecek kelapangan, ternyata dilapangan memang kondisi infrastruktur jalan wilayah Tengah ke Utara ; Tengah ke Barat, kondisi jalannya cukup bagus atau tingkat kemantapan jalannya sudah sangat layak.  Tetapi sangat berbanding terbalik dengan jalan dari Tengah ke Selatan. Untuk itu, kedepan jangan ada disparitas dalam pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur Jalan provinsi di seluruh Jabar  harus merata, jangan ada lagi disparitas”, katanya. 

Sebagai informasi,  Wagub Jabar Uu Ruchanul Ulum, meninjau langsung pembangunan JTS diwilayah kab.Sukabumi, Rabu (8/9-2021). 

Wagub Uu R Ulum mengatakan, kebaradaan JTS diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jabar bagian selatan. 

"Kali ini kami melihat progres lokasi yang akan dijadikan program skala prioritas dalam kepemimpinan Pak Gubernur. Keinginan Pak Gubernur membangun akses di Jabar bagian selatan. Karena Jabar selatan skala prioritas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Uu

Dikatakannya, bahwa selama ini sudah ada jalan eksisting dipinggir pantai, namun kondisinya kurang memadai, untuk itu, jalan eksisting ada kita perbaiki dan diperlebar, didamping itu, pak Gubernur juga ingin membangun jalur tengah selatan yang baru. 

Selama ini masyarakat jabar yang berada di tengah menuju ke selatan terpaksa harus memutar dulu puluhan kilometer, sehingga cukup memakan waktu. Untuk itu, nanti dengan adanya jalur tengah selatan lebih cepat, bahkan jalan ditempuh bisa setengahnya. 

Misalnya dari wilayah Lengkong ke Sagaranten, sekarang 99 kilometer. Dengan JTS dibangun cukup 23 kilometer," tambahnya. 

Bahkan Tak hanya itu, kata Wagub,  pembangunan JTS juga akan mendongkrak potensi desa wisata. "Jadi ini program luar biasa, dan juga di daerah tersebut sedang ada pembangunan desa wisata, rata-rata daerah punya potensi desa wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar Koswara mengatakan, feasibility study jalur ini sudah dilaksanakan pada 2014. Kemudian, Amdal sudah terbit pada 2016. Lalu desain awal diluncurkan pada 2019, kemudian menuju Detail Engineering Design dan Dokumen Lingkungan.

"Kemudian pada 2021 kami bikin pradesain. Konsep pembangunannya adalah melebarkan jalan-jalan kabupaten dan jalan desa yang masuk dalam trase, ke dalam standarnya Jalan Provinsi, jadi jalur baru, membuat koridor baru," katanya.

Rencananya, pembangunan akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama akan dibangun Jalan Horisontal Tengah Jawa Barat Selatan yakni dari wilayah Lengkong — Sagaranten (23,20 km), kemudian Sagaranten — Tanggeung (37,55 km), disambung Tanggeung — Padasuka/Cipelah (33,79 km), hingga Padasuka/Cipelah — Rancabali (16,84 km). Total, 111,38 km.

Sesi selanjutnya, dari kawasan Ciwidey — Pangalengan (22,12 km), lalu Pangalengan — Cikajang (53,48 km), disambung Cikajang — Bantarkalong (68,54 km), kemudian Bantarkalong — Kertahayu (101,48 km), hingga total sepanjang 245,62 km. Sehingga, total keseluruhan Trase JTS adalah sepanjang 357,00 km.tandasnya. (husein).  

×
Berita Terbaru Update