Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Musim Penghujan, Pepep Sambut Baik Apel Siaga Bencana Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memeriksa pasukan siapa bencana di halam gedung sate (foto:humas) 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Berdasarkan
  data dan  informasi dari BMKG bahwa beberapa bulan kedepan akan ada cuaca ektrim berupa angin kencang yang disertai hujan. Untuk itu , perlu diantisipasi dan dilakukan mitigasi bencana.  Hal ini mengingat, wilayah Jabar  tergolong daerah rawan bencana alam.

Sebagai daerah rawan bencana alam, Anggota DPRD Jabar H.Pepep Saeful Hidayat, S.Ikom, minta kepada Pemprov Jabar seluruh OPD (organisasi Perangkat Daerah)  untuk mengantisipasi dan mitigasi bencana perlu ditingkatkan, karena  provinsi Jabar tergolong dalam kondisi daerah rawan bencana atau potensi kebencanaannya cukup tinggi.

Bencana yang kerap melanja wilayah Jabar , berupa tanah longsor, tanah labil/ bergerak;  gempa bumi maupun banjir, Ombak besar dan tinggi yang berpotensi tsunami.

Antisipasi bencana sangat penting, karena bila sewaktu-waktu terjadi bencana, dapat meminimalisir jatuh korban jiwa dan harta benda”, kata Pepep Saeful Hidayat saat ditemui di gedung DPRD Jabar, Selasa (23/11/2021).

Dikatakan selama musim hujan bulan Oktober hingga hari ini, sudah ada beberapa daerah yang mengalami banjir dan tanah longsor. Seperti banjir Baleendah dan Dayeuhkolot Kab.Bandung;  Banjir dan longsor di Kab Bogor, dan bebera daerah yang juga sudah dilanda banjir.

Untuk itu, itu, politisi PPP Jabar ini menyambut baik telah digelarnya Apel Siaga Bencana tingkat Jabar yang digelar di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (23 November 2021) pagi.

Anggota DPRD Jabar H.Pepep Saeful Hidayat, S.Ikom dari PPP (foto:istimewa). 

Dalam Apel Siaga Bencana tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan dari 5.312 desa di Jabar, 19 di antaranya masuk kategori risiko tinggi bencana alam. Sebanyak 3.500 desa masuk risiko sedang. Mayoritas desa rawan bencana hidrologi ada di wilayah Jabar selatan khususnya Kabupaten Bogor.

"Mayoritas ada di Jabar Selatan yaitu Kabupaten Bogor maka kita perlu atensi yang lebih maksimal," ujar Ridwan Kamil saat memberikan pengarahan kepada peserta apel siaga bencana Jabar.

Tadi juga Gubernur mengatakan, sebagai langkah antisipasi Pemda Provinsi Jawa Barat sudah meminta BPBD mengawasi 19 desa tersebut. Warga yang rumahnya di sekitar bantaran sungai dan perbukitan juga terus diingatkan agar selalu waspada saat terjadi hujan.

"Perkiraan musim hujan ekstrem sampai Januari 2022, maka RT/RW dan warga harus siaga 1 terutama yang rumahnya di bantaran sungai. Saya juga sudah perintahkan BPBD agar lakukan tindakan pencegagan terukur jangan sampai menunggu korban," ujar Emil.

Menurut Pepep, apa yang disampaikan oleh Gubernur Emil  dalam Apel tersebut cukup tepat, hal ini sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwa prediksi musim hujan ekstrem di Jabar akan terjadi sampai Januari 2022. Sehingga pegelaran apel siaga bencana untuk memberikan semangat dan penguatan bagi para pasukan yang akan bertugas di lapangan.

Dengan kesiap siagaan bencana, dimana bisa sewaktu-waktu terjadi bencana pasukan kebencanaan sangat siap, tandasnya. (adikaraya/husein).