Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lantik MKKS SMK Jabar, Dedi Supandi Minta Pengurus Solid dan Berkolaborasi Dengan Berbagai Pihak

Senin, 31 Januari 2022 | 18:54 WIB Last Updated 2022-02-06T13:41:38Z
Klik
Kadisdik Jabar Dedi Supandi melantik pengurus MKKS SMK Jabar di Cirebon (foto:disdik)

CIREBON, Faktabandungraya.com,-- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi melantikan pengurus  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jabar  di SMK Negeri 1 Mundu Kabupaten Cirebon, Minggu (30/1/2022).


Dalam sambutannya, Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, berbicara tentang Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, saat ini sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi tumpuan/beban yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi dalam Pelantikan Pengurus

Salah satunya, ungkap Kadisdik, ditunjukkan dengan jumlah siswa antara SMA dan SMK yang saat ini timpang, termasuk dukungan sarana dan sebagainya.

Kadisdik berharap, pengurus terpilih bisa menjadi tim solid, bersinergi, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Sehingga, semakin banyak yang bisa dilakukan oleh MKKS bagi kebermanfaatan SMK-SMK di Jabar.

"Sebenarnya, banyak hal yang sudah kita lakukan dan inovasi yang telah digarap, hanya gaungnya belum sampai pada level pimpinan," ungkapnya, seraya menambahkan, seolah mereka berpendapat bahwa SMK masih sekian tahun ke belakang.

"Saya butuh peran MKKS. Peran pertama, tolong jadi tim lobi, selain tugas khusus yang sudah berjalan," pesannya.

Kadisdik Jabar Dedi Supandi foto bersama pengurus MKKS SMK Jabar (foto:disdik)

Kadisdik pun mengimbau MKKS untuk meminta perhitungan survei soal pengangguran dari lulusan SMK. Setelah diketahui, keluarkan ide. Mulai kemukakan, perubahan untuk makna positif tentunya.

"Yang mengemuka bukan soal yang tidak bekerja, tapi yang bekerja berapa persen. Ke depan, SMK itu maknanya positif. Bisa jadi, anggapan itu karena yang disurvei yang bekerja di industri, sedangkan yang berwiraswasta dianggap tidak bekerja," tuturnya.

Kadisdik menambahkan, produk SMK tidak hanya ditampilkan, tapi juga dijual. Harus dicarikan tempat. Produk dari SMK ditampung di MKKS, lalu dijual.

"Untuk BLUD, 35 SMK BLUD harus memberikan kepercayaan pada pimpinan. Tolong buka akses baru, tidak sama dengan masuk sekolah. Saya yakin dan percaya, MKKS bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya," pungkasnya. (dbs/sein).

×
Berita Terbaru Update