Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tinjau Vaksinasi di SDN 006 Buah Batu, Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Kelancaran Vaksinasi Bagi Siswa SD

Kamis, 27 Januari 2022 | 15:48 WIB Last Updated 2022-01-27T08:49:48Z
Klik
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy  Rusmawan foto bersama siswa
 SDN 006 Buah Batu yang sudah di vaksin (foto:humpro)

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di SDN 006 Buah Batu, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (26/01/2022).

Saat meninjau pelaskanaan vaksinasi, Tedy memberikan motivasi bagi sejumlah pelajar yang akan dan telah menjalani penyuntikan vaksin.

 Tedy mengingkatkan kepada peserta vaksin, bahwa vaksinasi bukan berarti kebal terhadap potensi penularan Covid-19. Untuk itu, kita harus tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan dengan penuh kesadaran bersama.

 Dalam peninjauannya, Ketua DPRD Kota Bandung, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi pelajar di SDN 006 Buah Batu berjalan tertib dan lancar sesuai dengan SOP.

 Di mana, sebelumnya penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 dosis pertama relatif hampir mencapai 100 persen," ujarnya, seusai meninjau pelaksanaan vaksinasi di SDN 006 Buah Batu.

 Oleh karena itu, ia pun berharap vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk anak-anak usia 6-11 tahun dapat didahulukan. Sebab, pelajar usia 12 tahun sudah lebih dulu melaksanakan vaksinasi.

 Tedy juga bersyukur, sejauh ini tidak ada kendala dan keluhan yang dialami oleh para pelajar sebagai dampak kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Sehingga, ia berharap vaksinasi ini dapat mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota Bandung.

 "Tadi juga saya sudah mengingatkan kepada anak-anak, agar selepas sekolah, jangan kemana-mana dulu, langsung pulang ke rumah. Termasuk juga kepada para orang tua juga saya sampaikan seperti itu, sehingga mudah-mudahan pandemi Covid-19 varian Omicron di Kota Bandung tidak berkembang, dan tentunya dapat kita kendalikan," ujar Tedy.

 Ia berpesan agar peningkatan kewaspadaan harus menjadi prioritas utama bersama. Hal itu terkait dampak meningkatnya kasus varian Omicron terhadap penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), meskipun hingga saat ini belum ada kebijakan penghentian PTMT akibat situasi tersebut.

"Meskipun secara kebijakan pemerintah terkait rencana penghentian PTMT, tapi tentunya kita harus tetap berhati-hati, dan vaksinasi terus semakin masif, sehingga mudah-mudahan dosis kedua ini dapat selesai dalam beberapa pekan ke depan," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 006 Buah Batu, Oom Maemunah mengatakan, jumlah peserta vaksinasi dosis kedua bagi pelajar diikuti sebanyak 999 dari total 1120 murid. Sisa murid tersebut merupakan siswa usia 12 tahun yang telah melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 lebih dulu.

 "Kegiatan vaksinasi dosis kedua ini berlangsung hanya satu hari ini, dan diikuti oleh 999 murid, yang merupakan sisa dari total siswa kami yang telah lebih dulu mengikuti vaksinasi. Selain itu, vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di kami sudah 97 persen, karena ada beberapa guru yang memiliki komorbid, sehingga tidak bisa divaksin," ujarnya.

 Sebagai antisipasi penularan Covid-19, khususnya varian Omicron, pihaknya menerapkan pengaturan jadwal kegiatan PTMT secara dinamis, di samping pemberlakuan disiplin protokol kesehatan bagi seluruh warga sekolah.

 "Sebagai antisipasi potensi penularan, kami juga melakukan penjadwalan khusus, dengan pelaksanaan PTMT tidak seratus persen. Di mana satu rombel (rombongan belajar/kelas)nya kami batasi kapasitasnya kurang lebih hanya 18 murid. Dan setiap anak hanya mendapatkan kesempatan tatap muka di sekolah tiga kali dalam satu minggu, dengan pengaturan sif pagi dan siang," katanya. (humpro/sein).

×
Berita Terbaru Update