Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Musim Penghujan Sampah Menumpuk di TPS Menghiasi Wajah Kota Bandung, Bau Menyengat Ancam Kesehatan Warga

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:50 WIB Last Updated 2022-10-29T05:50:00Z
Klik
Tumpukan sampah di TPS Pasar Sederhana Bandung


 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Kota Bandung sebagai Ibukota provinsi Jawa Barat yang kini sudah berusia 212 tahun hingga saat ini tidak memiliki Tempat Pembungan Akhir (TPA) Sampah sendiri dan masih mengandalkanTPA Sarimukti.


Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar, bahwa produksi sampah di Kota Bandung  mencapai 1.600 ton per hari.  Sampah-sampah tersebut ditampung di TPS (Tempat Pembungan Sementara) yang tersebar di seluruh kota Bandung.

Sampah semakin cepat menumpuk di TPS mana kala armada sampah terjadi keterlambatan pengangkutan. Maklum, armada sampah yang terbatas. Sehingga, persoalan sampah ini menjadi PR besar bagi Wali kota Bandung Yana Mulyana yang kurang dari 1 tahun lagi masa jabatannya.

Tumpukan sampah di TPS tentunya menjadi ancaman bagi kesehatan warga dan lingkungan bahkan bisa menjadi Bom Waktu yang setiap saat dapat terjadi. Dan jangan sampai terjadi Bandung Lautan Sampah Jiid II.

Kota Bandung pernah menjadi lautan sampah, pada saat pasca  tragedy meledaknya TPA Sarimukti tahun 2005 silam. Sampah menumpuk di setiap TPS, bau menyengat menghiasi udara Kota Bandung.

Pemerintah dan Warga Bandung tentunya tidak ingin peristiwa Bandung Lautan Sampah terulang kembali, untuk itu, dimasa pemerintahan Oded-Yana, Pemkot gencar menyosialisasikan penanganan sampah menggunakan pola H2H (Hulu ke Hilir) untuk mengurangi metode open dumping.

Program H2H itu bernama Kang Pisman, kependekan dari Kurangi Pisahkan Manfaatkan. Dengan Kang Pisman diharapkan sampah yang dibuang ke TPS semakin berkurang. Namun, nyatanya Kang Pisman belum membuahkan hasil signifikan.

Pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan warganya. Sejauh mana warga Bandung mengikuti kampanye Kang Pisman, yakni memilah sampah sejak dari rumah, belum diketahui tolok ukurnya. Yang jelas, sampah Kota Bandung yang dibuang ke TPS cenderung meningkat.

Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang bertanggungjawab dalam mengatasi sampah adalah Dinas Lingkingan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang dahulu ditangani oleh Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan. 

Namun, dipegang oleh DLHK kelihatnnya program Kang Pisman masih jauh dari harapan, hal ini terbukti, beberapa minggu belakangan ini sampah dibiarkan menumpuk di sejumlah TPS. Ini tentunyanya sangat mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan.  Apalagi kondisi saat ini yang tengah musim penghujan.

“Yang jelas kami jadi gak nyaman karena adanya aroma kurang sedap yang bersumber dari tumpukan sampah di TPS,”ungkap Eni (50) salah seorang pedagang di Pasar Sederhana kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

Hal serupa juga diungkapkan Pedagang Pasar Pamoyanan Tina (62),  sejak dua bulan terakhir, sampah  selalu menumpuk di TPS Pasar Pamoyanan. Sampah baru diangkut dua minggu sekali, pada hal sebelumnya seminggu dua kali sampah diangkut. Sehingga, kami sangat tidak nyaman dalam berdagang sehari-shari.

Tuti (45) warga Jalan Warta, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal. Tumpukan sampah yang berada tak jauh daru tempat tinggalnya menebar bau busuk.

“Selain menimbulkan bau juga bisa mengakibatkan timbulnya penyakit. Jadi tolong segera diangkut,”pintanya.

Salah seorang petugas di TPS Sederhana membenarkan sampai dengan saat ini belum ada pengangkutan. Namun ia pun tak menjelaskan alasan tentang keterlambatan armada pengangkut yang biasanya rutin beroperasi.

“Memang dalam beberapa hari ini belum ada pengangkutan. Alasanya kenapa, saya tidak tahu,” jelasnya.

Bukan hanya kedua masalah tersebut saja yang kini tengah dihadapi, persoalan reklame liar dan habis masa berlakunya pun masih banyak yang berdiri. Sepertinya perlu segera dilakukan evaluasi terkait kinerja dan kepatuhan SKPD terhadap pimpinan. (Tim
×
Berita Terbaru Update