Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lahan Pertanian Dikeruk , Infrastruktur Jalan Desa Jambak Rusak Akibat Truck Pengangkut Tanah

Minggu, 19 Februari 2023 | 19:53 WIB Last Updated 2023-02-19T12:53:35Z
Klik
Anggota DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA saat Reses II di dea Jambak KEc. Cikedung Kab Indramayu (foto:ist).



INDRAMAYU, Realitapublik.com,---  Warga Jambak Kecamatan Cikedung Kabupaten  menyampaikan keluhan kepada Anggota DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDI Perjuangan atas kondisi kerusakan sawah dan jalan desa yang diakibatkan aktivitas pengangkutan tanah.

Lahan Pesawahan di Desa Jambak –kecamatan Cikedung berada diatas dataran tinggi dibandingkan dengan pesawahan di beberapa kecamatan se-Kabupaten Indramayu. Namun, dapat menghasilkan produksi pertanian yang cukup baik.

Tetapi beberapa tahun belakangan ini,  lahan-lahan pesawahan tersebut tanahnyadi keruk dan dijual, sehingga merusak lingkungan, bahwa akibat aktivitas lalu-lalang kendaraan truck pengangkut tanah, berdampak terhadap kondisi sawah warga dan kerusakan infrastruktur jalan desa tersebut.

Demikan dikatakan perwakilan warga Jambak-Kec Cikedung kepada Syamsul Bachri anggota Komisi II DPRD Jabar ini, saat menggelar Reses di Desa Jambak Kec. Cikedung Kab Indramayu, Jum’at (17/02/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Warga Jambak juga mengeluhkan soal kelangkaan pupuk subsidi di setiap musim tanam padi.

Menanggapi aspirasi dan keluhan perwakilan peserta reses dari Desa Jambak, Symasul Bachri, mengatakan, aspirasi yang disampaikan perwakilan warga Jambak, sudah saya serap dan catat, selanjutnya akan dibawa ke DPRD Jabar untuk disampaikan kepada Pemprov Jabar.

Namun, kata Syamsul, terkait alih fungsi lahan yang tanahnya dikeruk dan dijual, tentunya harus segara disikapi oleh Pemkab Indramayu, karena dikhawatirkan akan berdampak kerusakan lingkungan dan bencana alam. 

“ Terima kasih atas aspirasinya, nanti saya koordinasikan dengan Pemkab Indramayu dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar”, ujar PolitisiJabar dari Dapil Jabar XII (Kab/kota Cirebon –Kab.Indramayu) ini.   

Sedangkan terkait  kelangkaan pupuk disetiap musim tanam, Syamsul mengatakan,  kelangkaan pupuk disesbkan dua factor yaitu  Pemakaian yang berlebihan dan adanya permainan.

 Adapun pemakaian berlebihan,  ia mencontohkan,  dalam satu hektar sawah cukup menggunaka pupk sebanyak 1,25 kwintal per Hektar, tetapi petani menggunakan hingga 3kwintal per hektar sawah.  Dan factor permainan yang sengaja dimainkan oleh kelompok tertentu dengan menaikan harga jual pupuk subsidi.   Sehingga hingga kini masalah pupuk belum kelar-kelar juga, ujarnya.

Peserta Reses II  H. Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDIP DPRD Jabar



Lebih lanjut anggota Komisi II DPRD Jabar mengatakan, bahwa dirinya lebih setuju subsidi itu bukan diberikan untuk membeli pupuk, tetapi  diberikan  kepada petani paska panen.  


Hal kenapa ?.. karena mayoritas petani di Cirebon dan Indramayu adalah petani penggarap bukan pemilik lahan. Sehingga pasca panen langsung dijual untuk melanjutkan sewa sawah tanah yang akan digarap berikutnya.   Sehingga para petani tidak menyimpan gabahnya.

Jadi saya setuju, subsidi pemerintah sebaiknya diberikan pada hasil panen ketimbang subsidi pupuk , agar subsidi tidak salah sasaran dan petani bisa sejahtera, tandasnya. (Adip/sein).

×
Berita Terbaru Update