Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dapat Nomor 12 Calon Anggota DPD RI, Ambu Usdek : Membangun Jatidiri Bangsa Melalui Seni Tradisional

Sabtu, 13 Mei 2023 | 22:49 WIB Last Updated 2023-05-13T15:49:52Z
Klik
Ketua GESIT Jabar Ambu Usdek Kaniawati (foto:ist) 



BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Indonesia memiliki ribuan Seni-Budaya Tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merouke. Bahkan di Provinsi Jabar sendiri, Seni -budaya Tradisional sangat banyak tersebar di 27 Kabupaten-kota se-Jabar.  Namun, kini warisan leluhur nenek moyang kita tersebut, berangsung-angsur mulai punah. Hal ini,  seiring dengan kemajuan teknologi dan masuknya seni budaya asing.

Menurut  Ketua  Gerakan Seni Tradisional Jawa Barat ( GESIT Jabar) Ambu Usdek Kaniawati, S.Sos , Seni Tradisonal jangan sampai hilang, apalagi sampai musnah. Karena dalam Seni tradisonal mencerminkan jadidiri bangsa Indonesia.  Untuk itu, harus dilestarikan dan diperkenalkan terus keseluruh anak bangsa.

Kenapa dikatakan “Membangun Jatidiri Bangsa Melalui Seni Tradisional” ?... Ya, karena di dalam Seni Tradisional itu banyak sekali mengandung unsur-unsur yang mencerminkan kearifan dan muatan lokal. Bahkan di Jabar sendiri, setiap daerah memiliki Seni Tradisonal yang memiliki keunikan dan kekhasan.

Selaku penggiat  dan pelaku Seni Tradisional Jabar, tentunya saya sangat prihatin akan kondisi Seni Tradisional beberapa tahun belakangan ini.  Dimana, para pelaku Seni Tradional masih sangat kurang perhatian dari pemerintah, ditambah lagi semakin berkurangnya minat generasi muda untuk berkecimpung di dunia seni tradsional.

Demikian dikatakan Ambu Usdek Kaniawati kepada Faktabandungraya.com, saat dimintai tanggapannya terkait kondisi seni tradisional dan semakin kurang diminati oleh kalangan generasi muda, Sabtu (13/5/2023).

Ambu Usdek  mengatakan, dalam beberapa kesempatan, terutama saat kumpul dengan para pelaku seni tradisional Jabar, mereka cukup sering mengeluhkan akan kondisi  dan perkembangan seni tradisional.  Karena kalau tidak dilestrikan, lambat laun seni tradisional akan lenyap dan musnah dari bumi pertiwi yang kita cintai ini.

Untuk melestarikan seni tradisional agar tetap dapat dilestarikan dan wariskan kepada generasi muda, salah satu solusinya yaitu harus dibuatkan regulasi (undang-undang-red) tentang seni tradisional.

“Selama regulasi tentang seni tradisional belum ada, para palaku seni tradisonal, peguyuban dan serta padepokan akan tetap mengalami kesulitan untuk  melestarikannya, apalagi untuk dikembangkan”, ujar Ambu Usdek.

Agar regulasi seni tradisional cepat terwujud, salah satunya, harus diperjuangan di dalam parlemen. Untuk itu, saya didorong oleh rekan-rekan pelaku seni , pengurus paguyuban dan padepokan seni, untuk maju dan mendaftarkan diri menjadi calon Senator dari Jabar melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Alhamdulillah, berkat dorongan dan dukungan penuh dari rekan-rekan di seluruh Jabar, akhirnya persyaratan untuk mendaftar  terpenuhi, salah satunya berupa foto copy KTP, yang mencapai  20 ribu lebih”, ujar Ambu Usdek.

Berdasarkan pengumuman dari KPU Jabar, Ambu Usdek Kaniawati mendapatkan nomor urut 12.  Nomor urut ini ditetapkan berdasarkan abjad nama calon anggota DPD RI.

Penyerahan berkas sebagai calon anggota PDP RI (foto:ist)



“Ya, saya mendapatkan nomor urut 12 berdasarkan pengumuman dari KPU Jabar, ujar Ambu Usdek. 

Dengan telah terdaftarnya sebagai calon anggota DPD RI, tentunya, saya akan terus melakukan serangkaian kegiatan, diantaranya meningkatkan konsolidasi, koordinasi dan serta mensosialiasikan diri ke berbagai elemen masyarakat.  

Dengan harapan, agar pada 14 Februari 2024 mendatang, dapat meraih suara sebanyak-banyaknya dan terpilih sebagai anggota DPD RI dari provinsi Jabar, tandasnya.

Sebagai informasi bahwa,  berdasarkan dari laman resmi KPU Jabar : jabar.kpu.go.id, ada sebanyak 55 calon anggota DPD Pemilu 2024 di provinsi Jabar yang akan bertarung pada Pemilu 2024 untuk memperebutkan 4 kursi di DPD RI .

Dari 55 calon tersebut terdiri 44 orang laki-laki atau 80 persen  dan 11 orang perempuan atau 20 persen perempuan.   (sein).

×
Berita Terbaru Update