Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Daddy Rohanady: Perda Pengelolaan Sampah Belum Sejalan dengan Dinas Terkait

Kamis, 08 Februari 2024 | 21:49 WIB Last Updated 2024-02-09T14:57:16Z
Klik
Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady melakukan Sosper Pengelolaan Sampah


CIREBON, Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs.H.Daddy Rohanady menyebut implementasi Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 atas perubahan Perda No. 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah belum selaras dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Dinas Perumahan Dan Pemukiman Provinsi Jawa Barat.

Perda Perubahan Pengelolaan Sampah, sangat penting dalam penanganan permasalahan Sampah, oleh sebab itulah, dalam Perda tersebut melibatkan Dinas LH dan Dinas Perkim.  Hal ini, karena  keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan akhir sampah di Jawa Barat.

Hal itu dikemukakannya dalam kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) DPRD Provinsi Jawa Barat di Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Rabu (7/2/2024).


"Pada prinsipnya, perda tentang pengelolaan sampah ini seharusnya sejalan dengan DLH dan Disperkim Jabar secara optimal. Ini karena pekerjaan sudah menahun, kita minta tangani secara serius," ucap Daddy anggota Komisi IV DPRD Jabar ini.

Seharusnya, Daddy menambahkan, kedua dinas tersebut memiliki semangat dan komitmen yang kuat sama seperti DPRD menyebarluaskan perda terkait. Namun justru sebaliknya, karena TPPAS Legok Nangka dan Lulut Nambo yang hingga kini belum beroperasi maksimal, maka TPPAS di daerah lain di Jabar juga terkena dampaknya.

"Mau bagaimana kita menggenjot daerah lain seperti Karawan dan Cirebon sedangkan pilot projectnya sendiri tidak jalan sebagaimana yang direncanakan," tegas Politisi Partai Gerindra Jabar ini.

Daddy Rohanady sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah


Menurutnya, penanganan sampah tak hanya dilakukan di hilir. Tapi harus dilakukan juga sejak di hulu. Namun, penanganan sampah di hulu atau sejak di sumber belum berjalan dengan baik. Terlebih, stakeholder atau pelaku kebijakan nya sendiri sudah menggandeng perusahaan dari hasil kerjasama luar negeri dalam pengelolaan sampah tetapi tidak memberikan hasil yang memuaskan.


"Kita sebenarnya sudah agak jengkel ketika dua negara malah wan prestasi soal investasinya dalam bidang pengelolaan sampah," kata Daddy.

Padahal, Daddy menuturkan, pihaknya selalu terbuka bahwa anggota DPRD juga siapa tahu ada yang memiliki jalur kerjasama. Sedangkan, yang dilakukan Pemprov Jabar sudah berkali-kali tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan.

"Saya selalu hotline ketika dari DLH misalnya ada kabar wan prestasi langsung kontak saya saja, barangkali ada alternatif lain untuk di split. Lah ini kan hanya di kasih tahu nanti akhir tahun bisa dioperasikan tapi ternyata tidak terbukti ini kan seolah-olah kami (dewan-red) di prank oleh eksekutif," Pungkas Daddy. (AdiP/sein).

×
Berita Terbaru Update