![]() |
wali kota Bandung Farhan bersama Founder & Chair MCorp, Hermawan Kartajaya jalan santai mengelilingi Balai kota |
Sambil mengitari area balai kota,
keduanya berbincang akrab mengenai perjalanan Bandung Market Week (BMW) 2025
sekaligus masa depan Kota Bandung.
Percakapan itu berlangsung cair.
Hermawan mengawali dengan mengingat kembali rangkaian BMW yang sudah digelar
sejak 20 Agustus 2025 lalu.
“Ini hari terakhir dari Bandung
Marketing Week, Pak Wali. Mulai dari Campus Day, Corporate Day, sampai Holiday.
Saya lihat sendiri, anak-anak muda Bandung begitu bergairah, bahkan mengikuti
tren Korea. Itu bukti Bandung ini kota yang terbuka pada semua culture,” ucap
Hermawan sambil sesekali menunjuk suasana di sekitar balai kota.
Di tengah langkah ringan mereka,
Hermawan juga menyinggung realitas kota yang ditunjukkan oleh Farhan. Ia
mengapresiasi sikap wali kota yang tidak menutupi persoalan.
“Saya lihat tadi Bapak tunjukkan
trotoar yang rusak karena akar pohon, juga ada pelanggaran pemasangan baliho
sembarangan. Artinya, Bapak menunjukkan kenyataan, the good and the bad of
Bandung,” kata Hermawan.
Farhan menjawab dengan tenang.
Menurutnya, pembenahan kota memang harus dimulai dari dalam pemerintahan.
“Semua fasilitas publik harus berfungsi dengan baik. Tapi sebelum saya meminta masyarakat berbenah, saya harus menata dulu apa yang ada di lingkungan pemerintah kota. Pemkot Bandung harus jadi model, leading by example,” ujar Farhan.
Farhan dan Hermawan ngobrol santai bahas masa depan Bandung
Hermawan mengangguk, lalu menyinggung
soal tantangan lima tahun ke depan.
“Dengan ambisi besar Presiden Prabowo,
semua daerah harus bisa menerjemahkannya. Termasuk Bandung.”
Farhan menimpali, “Betul, Pak.
Pemerintah kota sekarang diuji langsung oleh masyarakat. Jadi kami harus serius
menjawab tantangan itu.”
Percakapan ringan itu menutup
rangkaian BMW 2025 dengan nuansa reflektif. Hermawan menyatakan akan kembali
membawa event ini tahun depan.
“Tahun depan pasti bikin lagi, karena
hasilnya memuaskan. Apalagi, baru kali ini ada wali kota yang datang tiga kali
dalam empat hari,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Farhan, kehadiran BMW bukan
sekadar event pemasaran, melainkan ruang belajar dan kolaborasi.
“Kita belajar dari realitas kota, dari
masyarakat, dan dari mitra seperti BMW. Ini akan jadi energi baru untuk
Bandung,” pungkasnya. (ziz/red).