![]() |
| Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Andri Gunawan, S.AK., S.M |
Kegiatan ini digelar sebagai respons
terhadap derasnya peredaran informasi serta dinamika politik digital yang kian
rumit. Di tengah perubahan teknologi komunikasi yang cepat, kebutuhan
masyarakat akan pendidikan politik yang adaptif dan cakap bermedia digital
semakin mendesak.
Dalam lanskap politik modern,
keberadaan cyber troops — kelompok terorganisir yang bekerja di ruang digital —
menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari dalam proses komunikasi politik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung,
Andri Gunawan, S.AK., S.M., menegaskan bahwa pelatihan ini penting untuk
memperkuat kemampuan digital kader dan masyarakat.
“Tanpa literasi yang baik, masyarakat
mudah terjebak dalam misinformasi, propaganda, dan polarisasi yang bisa merusak
kualitas demokrasi. Karena itu, pendidikan politik berbasis teknologi harus
diperluas, bukan hanya melalui sekolah formal, tetapi juga lewat komunitas,
organisasi pemuda, dan lembaga masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman
mengenai media sosial dan dinamika cyber troops bukan untuk membenarkan
tindakan manipulatif, tetapi untuk membentuk kesadaran kritis agar masyarakat
mampu memilah informasi secara sehat.
Wakil Sekretaris Bidang Internal
sekaligus Ketua Pelaksana, Vivi Sa’adiah, S.Ag., menambahkan bahwa generasi
muda memiliki peranan besar dalam menciptakan ekosistem digital yang positif.
![]() |
| Andri Gunawan bersama peserta Pendidikan Politik: dari kalangan Milenial dan Gen Z |
Pelatihan ini menghadirkan narasumber
dari Marabunta Cyber Family, yakni Sofi Putri Aulia, S.E., dan Muhammad Argi
Putra Hadiansah, yang membahas strategi penggunaan media sosial serta peran
cybertroops dalam komunikasi digital.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan
Kota Bandung mengajak para kader, simpatisan, serta generasi Z dan milenial
untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan digital, khususnya dalam pemanfaatan
media sosial secara bijak dan produktif. (*/red).

.jpeg)