Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DPRD Jabar Soroti Ketidakmerataan Program MBG dan Fasilitas Haji di Indramayu

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:38 WIB Last Updated 2026-01-30T14:38:59Z
Klik
Wakil Ketua DPRD Jabar Omno Surono, ST melaksanakan Pengawasan Pemerintahan  di KEc Kedokan Bunder Kab. Indramayu



INDRAMAYU, Faktabandungraya.com--- DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti masih belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu. Hingga kini, tercatat masih ada empat sekolah dasar dan satu madrasah ibtidaiyah di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, yang belum menerima manfaat program tersebut.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menyayangkan kondisi tersebut mengingat program MBG merupakan kebijakan nasional yang seharusnya telah berjalan merata hingga ke pelosok daerah, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Implementasi program nasional ini seharusnya sudah menjangkau seluruh sekolah tanpa terkecuali. Fakta di lapangan menunjukkan masih ada satu Madrasah Ibtidaiyah serta empat TK atau PAUD yang belum tersentuh program MBG, meskipun kebijakan ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan didukung penganggaran dari pemerintah pusat hingga daerah,” ujar Ono usai melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, Kamis (29/1/2026).

Menurut Ono, percepatan dan pemerataan pelaksanaan MBG sangat penting agar tujuan peningkatan pemenuhan gizi peserta didik dapat tercapai secara optimal, terutama bagi wilayah yang selama ini belum menerima manfaat program tersebut.

“Prinsip pemerataan dan keadilan harus dikedepankan agar seluruh siswa dapat segera merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan berkoordinasi bersama DPRD Kabupaten Indramayu serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menelusuri penyebab belum tersalurnya program MBG di sejumlah sekolah tersebut. DPRD juga akan mendorong percepatan distribusi serta penetapan skala prioritas bagi wilayah yang belum menerima program.

“Tentu langkah yang diambil harus melalui koordinasi dengan pihak terkait agar dapat diketahui bagaimana hal ini bisa terjadi, di saat wilayah lain program MBG sudah berjalan,” kata Ono.

Dorong Percepatan Penyelesaian Embarkasi Haji

Ono Suruno saat melaksanakan Pengawasan di Kab Indramayu

 

Selain persoalan MBG, Ono Surono juga menyoroti lambannya penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung di Embarkasi Haji Indramayu. Ia menemukan masih adanya kendala sejak tahap perencanaan hingga realisasi pembangunan, termasuk beberapa infrastruktur yang belum rampung.

Sejumlah fasilitas yang belum selesai antara lain pembangunan masjid serta jaringan air bersih yang hingga kini belum berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dituntaskan agar fasilitas embarkasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh jamaah haji.

“Sebelumnya saya sudah meminta secara khusus kepada Bupati Indramayu dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sebagai instansi berwenang. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp600 juta dan Gubernur juga siap menyiapkan dananya,” ungkap Ono.

Ia menjelaskan, pencairan anggaran sempat tertunda karena surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat belum masuk ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Akibatnya, usulan anggaran tidak sempat diakomodasi dalam perubahan APBD, sehingga jumlah daerah asal jamaah dari Embarkasi Indramayu berkurang dari 40 menjadi 28 kabupaten/kota.

Ono menambahkan, saat ini pembangunan fasilitas tengah berjalan. Instalasi saluran air bersih dikerjakan oleh pemerintah pusat, sementara penyediaan air hingga ke kawasan embarkasi akan difasilitasi oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Indramayu.

“Harapannya seluruh fasilitas pendukung ini dapat segera diselesaikan sehingga mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi jamaah haji,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update