Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Desa Jatianom Titipkan Segudang PR kepada Daddy Rohanady saat Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:55 WIB Last Updated 2026-01-29T06:55:54Z
Klik
Daddy Rohanady saat meleksanakan Pengawasan Pemerintahan di Desa Jationam

 
CIREBON, Faktabandungraya — Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang dilakukan anggota dewan Daddy Rohanady di Balai Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, menjadi ajang penyampaian berbagai persoalan krusial yang hingga kini masih membelit desa tersebut.

Desa Jatianom tercatat sebagai desa dengan luas sawah terbesar ketiga di Kecamatan Susukan, yakni mencapai sekitar 700 hektare. Peringkat pertama ditempati Desa Susukan dengan luas sawah 1.000 hektare, disusul Desa Ujung Gebang dengan 800 hektare. Namun luas lahan pertanian tersebut belum sepenuhnya didukung infrastruktur dan sarana penunjang yang memadai.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sedikitnya sembilan pekerjaan rumah (PR) yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat.

Salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk membantu sawah-sawah yang sulit teraliri irigasi teknis, terutama lahan yang posisinya lebih tinggi dari saluran irigasi yang ada. JIAT dinilai sebagai solusi alternatif selain pompanisasi.

Selain itu, petani juga mengeluhkan kebutuhan benih padi yang sesuai dengan kondisi alam, termasuk ketepatan waktu distribusi benih yang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan hasil panen. Warga juga menekankan pentingnya pembangunan jalan usaha tani (JUT) untuk memudahkan akses petani menuju sawah, terutama saat musim panen.

Masalah irigasi teknis turut menjadi sorotan karena dianggap sebagai syarat mutlak agar tanaman padi dapat tumbuh optimal. Tak hanya sektor pertanian, kondisi jalan poros desa sepanjang sekitar tiga kilometer yang kini rusak parah dan berlubang dalam juga dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari.

Daddy Rohanady bersama warga Jatianom


Di bidang lingkungan, warga mengusulkan adanya alat angkut sampah atau incinerator mini guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke wilayah hilir. Hal ini dinilai penting mengingat Cirebon Raya hingga kini belum memiliki TPPAS Regional.

Sementara di sektor sosial, warga meminta reaktivasi BPJS Kesehatan karena banyak kepesertaan warga yang dinonaktifkan. Selain itu, kader Posyandu, pengurus RT dan RW, LMD, guru ngaji, serta imam masjid juga mengeluhkan menurunnya honor akibat pemotongan dana desa yang kini hanya tersisa sekitar 30 persen.

Warga Desa Jatianom berharap, melalui kegiatan pengawasan ini, seluruh aspirasi dapat diperjuangkan dan kondisi keuangan desa segera dipulihkan. Dengan demikian, roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala. (kdr/red).

×
Berita Terbaru Update