![]() |
| Baznas Jabar dan Angkasa Malaysia MoU penyerahan dana Infaq |
Kegiatan ini merupakan bagian
dari kerja sama internasional dalam rangka menguatkan peran masjid sebagai
pusat pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat
terdampak bencana dan persoalan ekonomi, termasuk maraknya pinjaman online dan
rentenir.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid
(DKM) Besar Ash-Sholihin, Dr. Ramin Zaenal Muttaqin, M.Ag, menyampaikan bahwa
keberadaan koperasi masjid sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. “Masjid
bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kami
berharap koperasi masjid ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang masih
terdampak pinjaman online dan rentenir,” ujarnya.
Presiden ANGKASA Malaysia, Datuk
Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menjelaskan bahwa penguatan koperasi masjid
berangkat dari semangat menghidupkan kembali fungsi masjid seperti pada masa
Rasulullah SAW. “Masjid pada masa Rasulullah bukan hanya tempat shalat, tetapi
juga pusat kehidupan umat, termasuk ekonomi. Melalui koperasi masjid, kami
ingin masjid menjadi lebih berfungsi, hidup, dan mampu menyatukan masyarakat,”
ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ANGKASA
turut menyerahkan dana infaq sebesar USD 3000 atau sekitar Rp. 50 juta untuk
mendukung operasional Koperasi Masjid Ash-Sholihin. Selain itu, dalam rangka
kepedulian umat, ANGKASA bersama BAZNAS juga menyalurkan bantuan donasi untuk
penanganan bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat dengan total nilai RM
13.810 (Ringgit Malaysia) dan Rp5.400.000. Bantuan tersebut disalurkan melalui
BAZNAS untuk mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak.
![]() |
| Cindramata dari jabar |
Pimpinan Bidang Keuangan &
Pelaporan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dra. Ruri Badariyah Ramadanti, menegaskan
bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat solusi umat. Ia juga
menyampaikan bahwa kerja sama lintas internasional antara ANGKASA dan unsur
BAZNAS, mulai dari BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, hingga BAZNAS
Kabupaten Bandung Barat, diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan
kolaborasi yang positif dan berkelanjutan. “Masjid adalah pusat peradaban.
Penguatan ekonomi berbasis masjid diharapkan dapat membantu menyelesaikan
berbagai persoalan sosial yang berakar dari masalah ekonomi,” tuturnya.
Melalui penandatanganan MoU,
penyerahan dana infaq, dan donasi kemanusiaan ini, BAZNAS dan ANGKASA berharap
koperasi masjid dapat menjadi penggerak ekonomi umat, memperkuat praktik
muamalah berbasis syariah, serta menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan
dan persatuan masyarakat. (*/red).

.jpeg)