![]() |
| TPPAS Luut - Nambo mulai beroperasional, walau belum optimal (foto:ist) |
Zulkifly membenarkan bahwa TPPAS
Lulut–Nambo yang diperuntukkan sebagai solusi pengelolaan sampah regional,
khususnya wilayah Bogor Raya, masih menghadapi sejumlah kendala teknis.
Padahal, fasilitas ini dirancang untuk melayani pengelolaan sampah dari Kabupaten
dan Kota Bogor, Kota Depok, Cianjur, serta beberapa daerah lain di Jawa Barat.
“Dengan telah beroperasionalnya
TPPAS Lulut–Nambo, meskipun belum optimal, diharapkan dapat membantu mengatasi
persoalan sampah dan mengolahnya menjadi bahan baku yang berguna. Ke depan,
pengelolaan ini juga diharapkan mampu menghasilkan sumber energi,” ujar
Zulkifly saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, dirinya tidak ikut
serta dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Jabar ke lokasi TPPAS Lulut–Nambo
pada Rabu (4/2/2026) lalu, karena tengah menjalankan tugas sebagai anggota
Panitia Khusus (Pansus) XI. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung
proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut.
Berdasarkan informasi rekan-rekan
Komisi IV yang melakukan peninjauan, saat ini kapasitas pengolahan sampah di
TPPAS Lulut–Nambo telah mengalami peningkatan dan mampu mengolah sekitar 50 ton
sampah per hari. Namun, angka tersebut masih jauh dari target pengelolaan
sampah regional yang diharapkan.
Menurut Zulkifly, belum optimalnya
operasional TPPAS Lulut–Nambo disebabkan oleh keterbatasan proses pengeringan
sampah. Proses pengeringan yang belum memadai berdampak langsung pada rendahnya
produksi Refuse Derived Fuel (RDF), padahal fasilitas ini melayani sampah dari
berbagai daerah di Jawa Barat.
“Jika proses pengeringan sampah
ditunjang dengan mesin yang memadai, kapasitas pengolahan bisa meningkat secara
signifikan, bahkan mencapai 200 ton sampah per hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, anggota DPRD Jabar
dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar SMS ini menegaskan bahwa Komisi IV DPRD
Jabar akan terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana di TPPAS
Lulut–Nambo. Salah satu fokus utama adalah penambahan mesin pengering sampah
yang diperkirakan membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar.
“Kami akan mendorong agar pada APBD
berikutnya dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan
peralatan pendukung, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi secara lebih
optimal. Ini penting mengingat kondisi darurat sampah yang dihadapi Kabupaten
Bogor dan wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (syaf/sein)
