Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TPPAS Lulut–Nambo Mulai Beroperasi, DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kapasitas Pengolahan Sampah

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:46 WIB Last Updated 2026-02-05T03:46:54Z
Klik
TPPAS Luut - Nambo mulai beroperasional, walau belum optimal (foto:ist)



BOGOR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut–Nambo di Kabupaten Bogor telah mulai beroperasi, namun hingga kini belum berjalan secara optimal. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE, dari Fraksi Partai Demokrat.

Zulkifly membenarkan bahwa TPPAS Lulut–Nambo yang diperuntukkan sebagai solusi pengelolaan sampah regional, khususnya wilayah Bogor Raya, masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Padahal, fasilitas ini dirancang untuk melayani pengelolaan sampah dari Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Cianjur, serta beberapa daerah lain di Jawa Barat.

“Dengan telah beroperasionalnya TPPAS Lulut–Nambo, meskipun belum optimal, diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan sampah dan mengolahnya menjadi bahan baku yang berguna. Ke depan, pengelolaan ini juga diharapkan mampu menghasilkan sumber energi,” ujar Zulkifly saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, dirinya tidak ikut serta dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Jabar ke lokasi TPPAS Lulut–Nambo pada Rabu (4/2/2026) lalu, karena tengah menjalankan tugas sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) XI. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut.

Berdasarkan informasi rekan-rekan Komisi IV yang melakukan peninjauan, saat ini kapasitas pengolahan sampah di TPPAS Lulut–Nambo telah mengalami peningkatan dan mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari. Namun, angka tersebut masih jauh dari target pengelolaan sampah regional yang diharapkan.

Menurut Zulkifly, belum optimalnya operasional TPPAS Lulut–Nambo disebabkan oleh keterbatasan proses pengeringan sampah. Proses pengeringan yang belum memadai berdampak langsung pada rendahnya produksi Refuse Derived Fuel (RDF), padahal fasilitas ini melayani sampah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Jika proses pengeringan sampah ditunjang dengan mesin yang memadai, kapasitas pengolahan bisa meningkat secara signifikan, bahkan mencapai 200 ton sampah per hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, anggota DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar SMS ini menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Jabar akan terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana di TPPAS Lulut–Nambo. Salah satu fokus utama adalah penambahan mesin pengering sampah yang diperkirakan membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar.

“Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan peralatan pendukung, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi secara lebih optimal. Ini penting mengingat kondisi darurat sampah yang dihadapi Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (syaf/sein)

×
Berita Terbaru Update