![]() |
| Orangutan Sumatera di Kebun Binatang Bandung |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menegaskan keberadaan kebun binatang harus tetap dijaga, baik sebagai lembaga
konservasi maupun warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Tidak terasa Lebaran kalau tidak
ke Derenten. Ini menunjukkan kebun binatang sudah menjadi bagian dari tradisi,”
ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, ada tiga hal utama yang
menjadi alasan kebun binatang perlu dipertahankan, yakni nilai historis, kontribusi
pengelolaan sebelumnya, serta dedikasi para pegawai yang telah lama merawat
satwa.
Selain itu, Kebun Binatang Bandung
juga berperan penting dalam pelestarian satwa endemik Jawa Barat, seperti
surili, owa, dan macan tutul Jawa. Pemkot Bandung bahkan membuka peluang
keterlibatan dalam konservasi badak Jawa yang populasinya semakin terbatas.
Di tengah upaya pembenahan, Farhan mengakui masih ada berbagai tantangan, termasuk kritik publik terkait kasus kematian satwa. Namun, pemerintah berkomitmen untuk terbuka terhadap evaluasi dan terus memperbaiki sistem pengelolaan.
.jpeg)
Gajah Sumatera di KEbun Binatang Bandung
Saat ini, penguatan tata kelola
dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya
Alam dan Kementerian Kehutanan.
Kebun Binatang Bandung sendiri
masih ditutup sementara untuk memastikan sistem biosekuriti berjalan optimal.
Pemkot memastikan langkah ini dilakukan demi menjaga kesehatan satwa dan
mencegah kejadian serupa terulang.
“Setelah semuanya siap dan aman,
kebun binatang akan kembali dibuka untuk masyarakat,” pungkas Farhan.
