Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Siapkan SDM Terampil Hadapi Lonjakan Industri Kendaraan Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 23:11 WIB Last Updated 2026-05-05T16:11:21Z
Klik

 

Wamenaker meninjau ke perusahaan Hyundai EV Ecosystem Tour di Cikarang



BEKASI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil guna menjawab kebutuhan industri hijau, seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.


Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau kini menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, sektor EV merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan ekosistem pekerjaan masa depan berbasis green jobs.

“Perkembangan pasar kendaraan listrik yang sangat cepat berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi di bidang teknologi otomotif listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Hyundai EV Ecosystem Tour di Cikarang, Bekasi, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan kendaraan listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir, dari sekitar 10 ribu unit pada 2022 menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025. Tren ini dinilai membuka peluang besar sekaligus tantangan dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten.

Sebagai bagian dari visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Kemnaker mendorong penguatan pelatihan vokasi melalui kolaborasi dengan dunia industri. Salah satu mitra strategis adalah PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), yang dinilai aktif mendukung pengembangan SDM di sektor otomotif.

Wamenaker berincang dengan karyawan Hyundai


Afriansyah mengapresiasi kontribusi HMMI, termasuk pemberian hibah lima unit kendaraan pada 2023 untuk mendukung pelatihan vokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya tenaga kerja profesional yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan industri hijau.

“Sinergi ini menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing tinggi di sektor green jobs,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update