| Apartemen Transit Rancaekek (foto:youtube-hms) |
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi
Jawa Barat, Zulkifly Chaniago, mengatakan kapasitas hunian yang tersedia saat
ini belum mampu menampung seluruh permintaan masyarakat. Karena itu DPRD
mendorong penambahan kapasitas melalui pembangunan tower baru agar lebih banyak
warga dapat memanfaatkan fasilitas hunian sementara tersebut.
Menurutnya, apartemen transit
memang dirancang sebagai tempat tinggal sementara bagi keluarga MBR, khususnya
yang masuk kategori kemiskinan ekstrem melalui program Pemerlu Pelayanan
Kesejahteraan Sosial (PPKS). Penghuni diperbolehkan menempati hunian tersebut
maksimal tiga tahun sambil mempersiapkan diri untuk memiliki rumah sendiri.
Selain penambahan unit hunian, DPRD juga mendorong peningkatan fasilitas penunjang seperti ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun disewakan untuk kegiatan tertentu guna menambah pendapatan operasional pengelolaan.
Fasilitas olahraga Apartemen Transit Rancaekek (foto:youtube-hms)
Berdasarkan hasil monitoring,
sejumlah kebutuhan fasilitas juga perlu ditingkatkan, di antaranya penyediaan
lift di beberapa gedung lama, kelengkapan fasilitas di dalam unit, serta
program pembinaan dan pelatihan bagi penghuni untuk meningkatkan kemandirian
ekonomi.
Saat ini apartemen transit tersebut
dikelola oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat dan telah
dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang terbuka hijau, area parkir, sarana
olahraga, serta masjid. Secara umum pengelolaan hunian dinilai berjalan baik
dan tetap diupayakan agar layak serta nyaman bagi para penghuni. (syaf/sein).