Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pendidikan Politik di SMK Texmaco Purwasari, Sri Rahayu Ajak Pelajar Cerdas Gunakan Teknologi Digital

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:56 WIB Last Updated 2026-03-12T12:56:19Z
Klik
Anggota DPRD Jabar Hj.Sri Rahayu sedang memberikan pendidikan politik bagi pelajar SMK Texmaco



KARAWANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Anggota Sri Rahayu Agustina menggelar kegiatan pendidikan politik bagi para pelajar di SMK Texmaco Purwasari, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbangsa Karawang, Oman Komarudin, sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu diikuti oleh kepala sekolah, jajaran guru, serta ratusan siswa. Pendidikan politik tersebut mengusung tema “Pelajar Cerdas di Era Digital”, dengan fokus pada peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Kepala SMK Texmaco Purwasari, Nur Ismawati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan politik yang dikemas dengan pembahasan literasi digital sangat bermanfaat bagi para siswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia berharap para pelajar dapat menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh para narasumber dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

“Dari kegiatan ini kami berharap siswa mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat, baik untuk saat ini maupun di masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nur Ismawati juga memperkenalkan profil sekolah yang dipimpinnya. SMK Texmaco Purwasari memiliki lima konsentrasi keahlian, yakni Teknik Sepeda Motor, Teknik Mekanik Industri, Teknik Elektronika Industri, Manajemen Perkantoran, serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Sekolah yang berdiri sejak 2016 tersebut kini memiliki sekitar 800 siswa dengan dukungan 46 guru dan tenaga kependidikan. Lembaga pendidikan ini berada di bawah naungan Yayasan Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi yang mengelola sejumlah institusi pendidikan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Alhamdulillah hingga saat ini kami sudah meluluskan sembilan angkatan, dan tahun ini insyaallah akan menjadi angkatan ke-10,” katanya.

Sementara itu, Sri Rahayu Agustina dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menggunakan teknologi, khususnya telepon pintar dan media sosial.

Menurutnya, kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko apabila tidak digunakan secara bijak. Ia menyoroti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penggunaan internet tanpa pengawasan, seperti penyebaran informasi palsu hingga konten negatif.

Anggota DPRD Jabar Hj Sri Rahahyu dari Fraksi Golkar

 

“Anak-anak sekarang bangun tidur yang pertama dilihat adalah handphone. Teknologi memang memudahkan, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak bisa membawa dampak negatif,” ujarnya di hadapan para siswa.


Ia juga mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam mengakses informasi di internet, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun konten yang tidak bermanfaat.

Dalam pemaparannya, Oman Komarudin menjelaskan bahwa teknologi digital merupakan bagian dari transformasi yang tidak dapat dihindari oleh generasi muda saat ini. Menurutnya, teknologi seharusnya dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pendidikan, kreativitas, dan pengembangan diri.

“Digital tidak boleh dilarang karena manfaatnya jauh lebih besar. Yang harus dilakukan adalah menyaring informasi, mengambil yang positif, dan meninggalkan yang negatif,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan perkembangan teknologi terbaru seperti Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan industri kreatif.

Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan digital native, yakni generasi yang sejak lahir sudah hidup di era teknologi digital.

“Kalau generasi kami belajar teknologi setelah dewasa, kalian justru lahir ketika teknologi sudah ada. Artinya, kalian adalah warga dunia nyata sekaligus warga dunia digital,” katanya.

Melalui kegiatan ini, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai dampak penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sri Rahayu Agustina berharap pendidikan politik tersebut dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya etika digital, kemampuan memilah informasi, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap para pelajar dapat menggunakan teknologi secara cerdas, tidak mudah terpengaruh informasi palsu, dan mampu memanfaatkan dunia digital untuk hal-hal yang positif,” tutupnya. (fj/sein).

×
Berita Terbaru Update