Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Tak Cukup Soal Hak, Harus Dilandasi Kepedulian Nyata

Kamis, 19 Maret 2026 | 23:36 WIB Last Updated 2026-03-19T16:36:17Z
Klik
Menaker Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa hubungan industrial yang kuat harus dibangun di atas kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan semata-mata pemenuhan hak normatif.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat melepas program mudik gratis bagi pekerja/buruh PT Pamapersada Nusantara di Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026). Ia menilai, hubungan industrial yang sehat tidak cukup hanya membahas upah, aturan kerja, atau kewajiban formal perusahaan. Lebih dari itu, diperlukan keterlibatan emosional dan kepedulian timbal balik agar tercipta lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan.

“Hubungan antara manajemen dan pekerja harus seperti dua roda gigi. Jika hanya satu yang bergerak, kinerja tidak akan optimal. Namun jika keduanya berjalan bersama, perusahaan bisa melaju lebih cepat,” ujar Yassierli.

Menurutnya, kepedulian manajemen terhadap kesejahteraan pekerja akan mendorong rasa memiliki di kalangan pekerja. Sebaliknya, pekerja yang merasa dihargai akan terdorong untuk meningkatkan produktivitas dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan perusahaan.

Dalam kesempatan itu, Yassierli juga mengapresiasi inisiatif perusahaan yang menyelenggarakan program mudik gratis. Ia menilai program tersebut bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan pekerja, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Bagi pekerja, mudik bukan hanya perjalanan pulang kampung, tetapi momen penting untuk berkumpul dengan keluarga dengan aman dan tenang. Ini bentuk kepedulian yang langsung dirasakan,” katanya.

Ia menambahkan, langkah perusahaan tersebut mencerminkan bahwa dunia usaha tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dalam hubungan kerja. Pemerintah, lanjutnya, mendukung penuh program-program yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja.

Selain itu, Yassierli juga menyoroti pentingnya keselamatan selama arus mudik, khususnya bagi pengemudi dan kernet angkutan umum. Ia menyebutkan bahwa dua faktor utama penyebab kecelakaan adalah kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi.

Menaker Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian


Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia serta sejumlah perguruan tinggi melakukan pemeriksaan kesehatan dan tingkat kewaspadaan pengemudi di enam wilayah. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat berbasis komputer yang mampu mengukur tingkat kewaspadaan hanya dalam waktu singkat.

“Hasilnya bisa langsung menunjukkan apakah pengemudi dalam kondisi fit atau tidak. Ini penting untuk memastikan keselamatan perjalanan,” jelasnya.

Yassierli mengungkapkan, rendahnya tingkat kewaspadaan pengemudi umumnya disebabkan kurangnya waktu istirahat. Banyak pengemudi yang hanya tidur dua hingga tiga jam sebelum bertugas, sehingga berisiko menurunkan konsentrasi di jalan.

Ia pun mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk lebih memperhatikan kondisi fisik dan waktu istirahat sebelum bekerja. “Keselamatan penumpang sangat bergantung pada kesiapan pengemudi. Ini tidak boleh diabaikan,” tegasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update