Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Radea Respati Soroti Kinerja ASN, Dorong Evaluasi Demi Pemerintahan Responsif

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:13 WIB Last Updated 2026-03-31T14:13:24Z
Klik

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung Radea Respati Paramudhita. (foto: Humpro)


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menegaskan pentingnya evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, peran aparatur negara yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sangat vital dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kinerja ASN harus terus dievaluasi agar sejalan dengan tuntutan profesionalisme dan pelayanan publik yang optimal,” ujar Radea di Bandung, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan penataan ASN, termasuk penghapusan tenaga non-ASN, diarahkan untuk menciptakan sistem birokrasi yang lebih tertata dan profesional. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kinerja masih menjadi pekerjaan rumah.

Radea menilai masih terdapat ASN yang bekerja pada standar minimum, dengan minim inovasi serta belum sepenuhnya menunjukkan semangat pelayanan publik. Selain itu, isu terkait mekanisme lelang jabatan juga menjadi perhatian serius karena berpotensi mencederai prinsip meritokrasi.

Di sisi lain, ia menyoroti adanya kesenjangan kesejahteraan antara ASN dengan sejumlah tenaga pelayanan publik lainnya, seperti petugas kebersihan, tenaga pemilah sampah, dan guru honorer yang masih menerima penghasilan relatif rendah.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Secara prinsip keadilan, kesejahteraan seharusnya sebanding dengan kinerja, tanggung jawab, dan kontribusi nyata,” katanya.

Radea menegaskan bahwa ASN yang telah memperoleh gaji dan tunjangan lebih besar harus mampu menunjukkan profesionalisme, integritas, serta kinerja optimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

Ia juga menyoroti kebijakan efisiensi kerja seperti skema Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di tingkat provinsi. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menurunkan kualitas pelayanan jika tidak diimbangi dengan pengawasan ketat dan indikator kinerja yang jelas.

“Kebijakan seperti itu sebaiknya tidak diterapkan di Kota Bandung tanpa kesiapan sistem pengawasan yang matang,” ujarnya.

Meski demikian, Radea mengapresiasi ASN yang telah menunjukkan kinerja baik dan inovatif. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi contoh dalam menciptakan budaya kerja yang produktif dan kompetitif di lingkungan birokrasi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar proses pengisian jabatan melalui mekanisme lelang jabatan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan DPRD, khususnya Komisi I, sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Menurutnya, keterlibatan legislatif penting untuk memastikan proses berjalan sesuai prinsip meritokrasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Menjelang momentum Hari Raya Idulfitri, Radea berharap seluruh ASN dapat menjadikannya sebagai refleksi untuk meningkatkan integritas, motivasi, dan semangat pengabdian.

“Peningkatan kinerja ASN harus menjadi prioritas demi mewujudkan pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (cipta/red).

×
Berita Terbaru Update