| Dinas Perhubungan Jabar memberikan keterangan pers terkait Arus Mudik-Balik Lebaran 226 (foto:ist). |
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi
puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idulfitri 1447 Hijriah atau Rabu, 18 Maret
2026. Pada periode tersebut diperkirakan sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat akan
melakukan perjalanan mudik menuju berbagai daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani
Gumelar, menyampaikan bahwa mayoritas pemudik diperkirakan memilih berangkat
setelah sahur hingga menjelang siang hari, yakni sekitar pukul 04.00 hingga
10.00. Pada rentang waktu tersebut jumlah pergerakan pemudik diprediksi sangat
tinggi.
“Karena itu masyarakat diimbau untuk bijak
memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas,” ujar
Dhani, Senin (9/3/2026).
Selain arus mudik, pemerintah juga memprediksi
puncak arus balik akan terjadi pada dua waktu berbeda, yakni H+2 Idulfitri atau
24 Maret 2026 dan H+6 Idulfitri atau 28 Maret 2026. Pada dua periode tersebut,
jutaan warga diperkirakan kembali ke tempat domisili masing-masing setelah
merayakan Lebaran di kampung halaman.
Menanggapi prediksi tersebut, Zulkifly Chaniago
menilai langkah strategis yang disiapkan Dishub Jabar menjadi bagian penting
dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan balik
Lebaran.
Menurutnya, koordinasi lintas lembaga perlu
diperkuat agar pengaturan arus lalu lintas berjalan optimal. Ia mendorong
Dishub Jabar untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti
kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas
transportasi, serta aparat kewilayahan.
“Kerja sama semua pihak sangat penting untuk memastikan arus lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran tetap lancar dan aman bagi masyarakat,” ujar Zulkifly.
.png)
Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE
Selain pengaturan lalu lintas, ia juga meminta
pemerintah daerah mempercepat penyelesaian penambahan rambu lalu lintas, marka
jalan, serta penerangan jalan umum (PJU), khususnya di jalur-jalur provinsi
yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Zulkifly juga menekankan pentingnya penyediaan
posko istirahat bagi para pemudik, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.
Keberadaan posko tersebut dinilai dapat membantu pengendara beristirahat
sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat perjalanan jauh.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik
menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan
baik sebelum berangkat.
“Pastikan kendaraan sudah diservis, termasuk
kondisi ban dan komponen penting lainnya. Hal ini penting agar perjalanan mudik
berjalan aman dan para pemudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat,”
katanya.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut,
diharapkan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat
dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (syaf/sein).