Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Zulkifly Chaniago Apresiasi Kesiapan Dishub Jabar Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Senin, 09 Maret 2026 | 22:10 WIB Last Updated 2026-03-09T15:10:47Z
Klik
Dinas Perhubungan Jabar memberikan keterangan pers terkait Arus Mudik-Balik Lebaran 226 (foto:ist).


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Zulkifly Chaniago dari Fraksi Demokrat, mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idulfitri 1447 Hijriah atau Rabu, 18 Maret 2026. Pada periode tersebut diperkirakan sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat akan melakukan perjalanan mudik menuju berbagai daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa mayoritas pemudik diperkirakan memilih berangkat setelah sahur hingga menjelang siang hari, yakni sekitar pukul 04.00 hingga 10.00. Pada rentang waktu tersebut jumlah pergerakan pemudik diprediksi sangat tinggi.

“Karena itu masyarakat diimbau untuk bijak memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas,” ujar Dhani, Senin (9/3/2026).

Selain arus mudik, pemerintah juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada dua waktu berbeda, yakni H+2 Idulfitri atau 24 Maret 2026 dan H+6 Idulfitri atau 28 Maret 2026. Pada dua periode tersebut, jutaan warga diperkirakan kembali ke tempat domisili masing-masing setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Menanggapi prediksi tersebut, Zulkifly Chaniago menilai langkah strategis yang disiapkan Dishub Jabar menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.

Menurutnya, koordinasi lintas lembaga perlu diperkuat agar pengaturan arus lalu lintas berjalan optimal. Ia mendorong Dishub Jabar untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas transportasi, serta aparat kewilayahan.

“Kerja sama semua pihak sangat penting untuk memastikan arus lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran tetap lancar dan aman bagi masyarakat,” ujar Zulkifly.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE



Selain pengaturan lalu lintas, ia juga meminta pemerintah daerah mempercepat penyelesaian penambahan rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum (PJU), khususnya di jalur-jalur provinsi yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.


Zulkifly juga menekankan pentingnya penyediaan posko istirahat bagi para pemudik, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. Keberadaan posko tersebut dinilai dapat membantu pengendara beristirahat sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat perjalanan jauh.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.

“Pastikan kendaraan sudah diservis, termasuk kondisi ban dan komponen penting lainnya. Hal ini penting agar perjalanan mudik berjalan aman dan para pemudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat,” katanya.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (syaf/sein). 

×
Berita Terbaru Update