![]() |
| Ritno Kurniawan bersama wisatawan di Desa Sejahtera Astra Nyarai Padang Pariaman- Sumbar |
Seperti kebanyakan warga desa
kala itu, Ritno menjalani pekerjaan berisiko tinggi dengan penghasilan
terbatas, sekitar Rp100 ribu per sekali angkut kayu. Aktivitas tersebut tidak
hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan
hutan lindung.
Namun, titik balik terjadi ketika Ritno melihat potensi besar alam Nyarai. Keindahan jalur trekking, lubuk alami, hingga arus sungai yang cocok untuk arung jeram menjadi peluang baru yang selama ini belum tergarap optimal. Ia pun mulai mengajak masyarakat beralih dari aktivitas penebangan kayu menuju pengelolaan wisata berbasis alam.
Melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung, perlahan masyarakat mulai terbuka. Program Desa Sejahtera Astra menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat perubahan tersebut, terutama dalam hal pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penyediaan fasilitas pendukung.
“Awalnya masyarakat ragu, tapi
setelah melihat hasilnya, mereka mulai percaya diri. Sekarang banyak yang
menjadi pemandu wisata dengan penghasilan lebih stabil,” ujar Ritno.
Dalam waktu relatif singkat,
sekitar tiga bulan, warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan
pariwisata kini mampu menjadi pemandu wisata profesional. Saat ini, tercatat 45
pemandu arung jeram aktif, dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan
kawasan wisata.
Dampaknya pun mulai terasa luas.
Selain meningkatnya pendapatan masyarakat hingga Rp400–500 ribu per minggu,
ekosistem ekonomi desa ikut berkembang. Homestay, jasa pemandu, hingga usaha
kecil lainnya mulai tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk
dari mancanegara.
Sosok Ritno Kurniawan penggerak Ekowisata Astra Nyarai Padang Pariaman Sumbar
Presiden Direktur Astra, Djony
Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa pengembangan desa berbasis potensi lokal
merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan
masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
“Ekowisata di Nyarai menunjukkan
bahwa pelestarian alam dan peningkatan ekonomi bisa berjalan beriringan,”
ujarnya.
Kini, Desa Sejahtera Astra Nyarai
menjadi contoh nyata bagaimana perubahan pola pikir dan kolaborasi dapat
mengubah wajah desa. Dari aktivitas yang merusak lingkungan, masyarakat beralih
menjadi penjaga alam sekaligus pelaku ekonomi yang berkelanjutan.
Ke depan, model pengembangan ini
diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain, sebagai upaya membangun
desa mandiri tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. (rls/red).
