Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Hutan ke Wisata: Transformasi Ritno Kurniawan Menggerakkan Ekowisata Astra Nyarai

Rabu, 08 April 2026 | 14:12 WIB Last Updated 2026-04-08T07:12:58Z
Klik

Ritno Kurniawan bersama wisatawan di Desa Sejahtera Astra Nyarai Padang Pariaman- Sumbar



SUMBAR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Perubahan besar terjadi di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat yang dipeloporin Ritno Kurniawan, warga lokal yang dulunya menggantungkan hidup dari penebangan kayu di hutan kawasan Bukit Barisan.


Seperti kebanyakan warga desa kala itu, Ritno menjalani pekerjaan berisiko tinggi dengan penghasilan terbatas, sekitar Rp100 ribu per sekali angkut kayu. Aktivitas tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan hutan lindung.

Namun, titik balik terjadi ketika Ritno melihat potensi besar alam Nyarai. Keindahan jalur trekking, lubuk alami, hingga arus sungai yang cocok untuk arung jeram menjadi peluang baru yang selama ini belum tergarap optimal. Ia pun mulai mengajak masyarakat beralih dari aktivitas penebangan kayu menuju pengelolaan wisata berbasis alam.

Melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung, perlahan masyarakat mulai terbuka. Program Desa Sejahtera Astra menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat perubahan tersebut, terutama dalam hal pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penyediaan fasilitas pendukung.

“Awalnya masyarakat ragu, tapi setelah melihat hasilnya, mereka mulai percaya diri. Sekarang banyak yang menjadi pemandu wisata dengan penghasilan lebih stabil,” ujar Ritno.

Dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga bulan, warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan pariwisata kini mampu menjadi pemandu wisata profesional. Saat ini, tercatat 45 pemandu arung jeram aktif, dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata.

Sosok Ritno Kurniawan  penggerak Ekowisata Astra Nyarai Padang Pariaman Sumbar


Dampaknya pun mulai terasa luas. Selain meningkatnya pendapatan masyarakat hingga Rp400–500 ribu per minggu, ekosistem ekonomi desa ikut berkembang. Homestay, jasa pemandu, hingga usaha kecil lainnya mulai tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa pengembangan desa berbasis potensi lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

“Ekowisata di Nyarai menunjukkan bahwa pelestarian alam dan peningkatan ekonomi bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Kini, Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi contoh nyata bagaimana perubahan pola pikir dan kolaborasi dapat mengubah wajah desa. Dari aktivitas yang merusak lingkungan, masyarakat beralih menjadi penjaga alam sekaligus pelaku ekonomi yang berkelanjutan.

Ke depan, model pengembangan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain, sebagai upaya membangun desa mandiri tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. (rls/red). 

×
Berita Terbaru Update