![]() |
| Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapie dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung |
Kepala Diskominfo Kota Bandung,
Henryco Arie Sapie, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai forum
strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam
menghadapi tantangan kepemimpinan di era digital yang semakin kompleks.
“Pemimpin saat ini harus melek
teknologi. AI itu alat bantu, bukan pengambil keputusan. Keputusan tetap ada di
tangan pemimpin,” ujarnya dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Jumat
(24/4/2026).
Program Ngulik menghadirkan ruang
diskusi yang mengaitkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan kepemimpinan
modern. Salah satu tema yang diangkat adalah AI for Leaders, yang menekankan
pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung pengambilan keputusan
berbasis data.
Diskominfo, lanjut Henryco, tengah
menyiapkan sistem berbasis AI yang ditargetkan rampung pada 2026. Sistem ini
diharapkan mampu membantu pimpinan dalam menganalisis data secara cepat dan
akurat sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Namun demikian, ia mengakui masih
terdapat tantangan dalam implementasi transformasi digital, terutama terkait
pemerataan kompetensi SDM di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain
itu, masih banyak aplikasi dengan fungsi serupa yang belum terintegrasi.
“Kita sedang melakukan cleansing
aplikasi. Tidak boleh lagi ada sistem yang berjalan sendiri-sendiri tanpa
integrasi,” tegasnya.
Sebagai solusi, Diskominfo akan
mengintegrasikan berbagai aplikasi ke dalam satu sistem terpadu yang lebih
efisien dan mudah digunakan. Upaya ini juga diperkuat melalui program “Bandung
Satu Data”, yang menjadi fondasi pengelolaan data berbasis kewilayahan.
Melalui program tersebut, data dari
tingkat RW hingga kota akan dihimpun secara sistematis, mencakup berbagai aspek
seperti kependudukan, ekonomi, dan sosial. Henryco menekankan bahwa kualitas
data menjadi faktor kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kalau data benar, maka keputusan
pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan bisa meleset,”
ujarnya.
Program Bandung Satu Data akan
diuji coba di 15 kecamatan sebelum diterapkan secara menyeluruh. Nantinya,
masyarakat dapat mengakses berbagai informasi publik secara terbuka, dengan
tetap memperhatikan batasan pada data yang bersifat rahasia sesuai regulasi.
Di sisi lain, Diskominfo juga
tengah menjalankan program penataan kabel udara yang melibatkan 29 operator di
36 ruas jalan. Program ini ditargetkan rampung pada 31 Mei 2026, sesuai
Peraturan Wali Kota Nomor 43 Tahun 2023.
“Kalau melewati batas waktu, kami
akan melakukan pemutusan. Ini demi keselamatan dan estetika kota,” tegas
Henryco.
Menutup pernyataannya, Henryco
mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta
memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan
darurat 112 dan kanal pengaduan publik.
Melalui inovasi Ngulik dan Bandung
Satu Data, Diskominfo Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat
transformasi digital yang inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan
publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan. (*/red).
