Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diskominfo Kota Bandung Luncurkan “Ngulik”, Perkuat SDM dan Akselerasi Transformasi Digital

Jumat, 24 April 2026 | 19:54 WIB Last Updated 2026-04-24T12:54:25Z
Klik
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapie dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung mencatat langkah progresif Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung dalam mendorong transformasi digital melalui inovasi bertajuk “Ngulik” (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi, Komunikasi, Data, dan Statistik).

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapie, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di era digital yang semakin kompleks.

“Pemimpin saat ini harus melek teknologi. AI itu alat bantu, bukan pengambil keputusan. Keputusan tetap ada di tangan pemimpin,” ujarnya dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Jumat (24/4/2026).

Program Ngulik menghadirkan ruang diskusi yang mengaitkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan kepemimpinan modern. Salah satu tema yang diangkat adalah AI for Leaders, yang menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Diskominfo, lanjut Henryco, tengah menyiapkan sistem berbasis AI yang ditargetkan rampung pada 2026. Sistem ini diharapkan mampu membantu pimpinan dalam menganalisis data secara cepat dan akurat sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam implementasi transformasi digital, terutama terkait pemerataan kompetensi SDM di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, masih banyak aplikasi dengan fungsi serupa yang belum terintegrasi.

“Kita sedang melakukan cleansing aplikasi. Tidak boleh lagi ada sistem yang berjalan sendiri-sendiri tanpa integrasi,” tegasnya.

Sebagai solusi, Diskominfo akan mengintegrasikan berbagai aplikasi ke dalam satu sistem terpadu yang lebih efisien dan mudah digunakan. Upaya ini juga diperkuat melalui program “Bandung Satu Data”, yang menjadi fondasi pengelolaan data berbasis kewilayahan.

Melalui program tersebut, data dari tingkat RW hingga kota akan dihimpun secara sistematis, mencakup berbagai aspek seperti kependudukan, ekonomi, dan sosial. Henryco menekankan bahwa kualitas data menjadi faktor kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Kalau data benar, maka keputusan pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan bisa meleset,” ujarnya.

Program Bandung Satu Data akan diuji coba di 15 kecamatan sebelum diterapkan secara menyeluruh. Nantinya, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi publik secara terbuka, dengan tetap memperhatikan batasan pada data yang bersifat rahasia sesuai regulasi.

Di sisi lain, Diskominfo juga tengah menjalankan program penataan kabel udara yang melibatkan 29 operator di 36 ruas jalan. Program ini ditargetkan rampung pada 31 Mei 2026, sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 43 Tahun 2023.

“Kalau melewati batas waktu, kami akan melakukan pemutusan. Ini demi keselamatan dan estetika kota,” tegas Henryco.

Menutup pernyataannya, Henryco mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan darurat 112 dan kanal pengaduan publik.

Melalui inovasi Ngulik dan Bandung Satu Data, Diskominfo Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital yang inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan. (*/red).

×
Berita Terbaru Update