![]() |
| Plt Dirjen Binapenta dan PKK- Kemnaker, Estiarty Haryani (foto:kemnaker) |
Salah satu langkah konkret tersebut
diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your
Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang digelar di Jakarta, Senin
(27/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan alumni Polteknaker sebagai
wadah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus
berkembang.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal
Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan
PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini bagi
mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Menurutnya, dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki daya adaptasi, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat.
“Perubahan dunia kerja berlangsung
sangat cepat. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk membekali diri dengan
kemampuan yang relevan agar mampu bersaing,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap
kebutuhan industri menjadi faktor kunci agar lulusan dapat terserap dengan
cepat di pasar kerja. Selama ini, Polteknaker dinilai telah menunjukkan capaian
positif dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja, tercermin dari tingginya
tingkat penyerapan alumni di berbagai sektor, baik industri maupun
kewirausahaan.
Seiring perkembangan tersebut,
kebutuhan terhadap kompetensi baru juga semakin meningkat. Sejumlah profesi
yang kini banyak dibutuhkan antara lain pengembang perangkat lunak, analis
data, spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten,
hingga mitra bisnis sumber daya manusia.
Estiarty juga mengingatkan bahwa jalur karier di masa depan semakin dinamis dan tidak selalu berjalan secara linear. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak terpaku pada satu pilihan pekerjaan saja, melainkan terbuka terhadap berbagai peluang baru yang terus bermunculan.
![]() |
| Kemnaker bekali Mahasiswa dan alumni Polteknaker dalam dunia kerja |
Selain itu, ia menekankan pentingnya
keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis, seperti penguasaan
teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan dalam
menghadapi tantangan.
Sementara itu, Direktur
Polteknaker, Yoki Yulizar, menyoroti bahwa perubahan dunia kerja tidak hanya
didorong oleh digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga oleh arah pembangunan
berkelanjutan.
Menurutnya, konsep green economy
kini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing industri sekaligus
menciptakan peluang kerja baru.
“Perubahan model bisnis akan
berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Karena itu, kesiapan SDM
menjadi sangat penting,” katanya.
Melalui berbagai program pembekalan
ini, Kemnaker berharap lulusan Polteknaker semakin siap menghadapi transformasi
dunia kerja, khususnya dalam memanfaatkan peluang di sektor green jobs, dengan
kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (*/red).

