![]() |
| Komisi III DPRD Jabar raker dengan Dinas Koperasi -Usaha Mikro Kota Depok |
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa
Barat, Lina Ruslinawati, menegaskan bahwa koperasi dan pelaku usaha mikro harus
mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap kompetitif di tengah
dinamika pasar yang semakin ketat. Ia menilai, digitalisasi menjadi kunci
penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal.
“Adaptasi teknologi bukan lagi
pilihan, melainkan kebutuhan. Koperasi dan UMKM harus bisa masuk ke ekosistem
digital agar mampu bertahan dan berkembang,” ujar Lina di sela kunjungan.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan koperasi. Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya berjalan sebagai badan usaha konvensional, tetapi harus bertransformasi menjadi lembaga kemitraan investasi yang lebih modern dan profesional.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II turut menghimpun berbagai data dan informasi terkait perkembangan koperasi dan UMKM binaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kota Depok. Paparan dari DKUM menunjukkan sejumlah capaian positif, termasuk perkembangan program Wirausaha Baru (WUB) serta peningkatan jumlah perempuan pengusaha.
Tak hanya itu, data terkait
penyerapan tenaga kerja dan peningkatan omzet pelaku usaha binaan juga menjadi
perhatian utama legislatif. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi
di lapangan, seperti keterbatasan akses pemasaran dan kebutuhan standarisasi
produk..jpeg)
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati
Salah satu upaya yang tengah
dikembangkan Pemerintah Kota Depok adalah pembangunan Rumah Kemasan, yang
diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk UMKM agar lebih kompetitif di
pasar yang lebih luas.
Lina menambahkan, hasil kunjungan
ini akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan anggaran dan
regulasi ke depan. Ia menegaskan komitmen DPRD Jawa Barat untuk terus mendorong
lahirnya program-program inovatif yang berpihak pada penguatan ekonomi
kerakyatan.
“Kami ingin memastikan kebijakan
yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan dan mampu memperkuat
daya saing koperasi serta UMKM, khususnya di Kota Depok sebagai salah satu
penopang ekonomi kreatif di sekitar ibu kota,” pungkasnya. (*/sein).
