Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Terapkan Triple Readiness Hadapi Era AI

Sabtu, 25 April 2026 | 19:31 WIB Last Updated 2026-04-25T12:31:29Z
Klik
Menaker Yassierli menerima penghargaan dari Rektor Universitas Paramadina Jakarta



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu menyiapkan strategi “Triple Readiness” atau tiga kesiapan untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut disampaikan Menaker saat memberikan orasi ilmiah pada wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Menaker menyebut, ijazah akademik tidak lagi menjadi satu-satunya penentu dalam memenangkan persaingan kerja. Perubahan teknologi yang cepat telah menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor.

“Dunia kerja terus berubah. Tantangan terbesar kita saat ini adalah kesenjangan keterampilan digital. Pekerja dengan keterampilan digital baru sekitar 27 persen, masih di bawah standar global,” ujar Yassierli.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data LinkedIn, sekitar 80 persen jenis pekerjaan saat ini tidak ada dua dekade lalu, dan 50 persen pekerjaan diperkirakan akan tidak relevan dalam 10 tahun ke depan.

Untuk itu, Menaker memperkenalkan konsep Triple Readiness. Pertama, Technical Skills Readiness, yakni penguasaan keterampilan teknis seperti digital skills lanjutan dan kompetensi ekonomi hijau. Kedua, Human Skills Readiness, meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, dan empati sebagai pembeda di era AI. Ketiga, Market Entry Readiness, yaitu kesiapan memasuki dunia kerja melalui portofolio, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi.

Manaker Yassierli selfi dgn para wisudawan Universitas Paramadina Jakarta




Menaker juga menekankan pentingnya penguasaan dasar AI. Ia menyebut hampir 70 persen pemimpin bisnis di Indonesia cenderung tidak merekrut kandidat tanpa kemampuan AI, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan tersebut di kawasan Asia Tenggara.

“Industri saat ini mencari kompetensi nyata, bukan sekadar gelar. Tren menunjukkan peningkatan signifikan pada lowongan kerja berbasis keterampilan,” tegasnya.

Sebagai dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperluas akses pelatihan melalui 44 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia, termasuk program reskilling dan upskilling bagi tenaga kerja.

Menutup orasinya, Menaker mengajak para lulusan untuk terus mengembangkan diri dan memiliki pola pikir bertumbuh.

“Jadilah pembelajar sepanjang hayat yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update