Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

WFH Pemkot Bandung Tekan Biaya Operasional, Disiplin ASN Meningkat

Sabtu, 25 April 2026 | 20:10 WIB Last Updated 2026-04-25T13:10:30Z
Klik
Wali kota Bandung M. Farhan memaparkan penerapan WFH


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung mencatat hasil positif dari penerapan kebijakan Work From Home (WFH) yang kini memasuki pekan ketiga. Kebijakan ini dinilai efektif menekan biaya operasional sekaligus menjaga produktivitas aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pengendalian mobilitas ASN menjadi kunci utama efisiensi. Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan dinas, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan penggunaan energi dapat ditekan secara signifikan.

“WFH diarahkan untuk menurunkan mobilitas pegawai sehingga tercipta efisiensi operasional tanpa mengganggu kinerja,” ujarnya dalam konferensi pers di Pendopo Kota Bandung, Jumat (24/4/2026).

Pemkot juga menerapkan sistem pengawasan berbasis aplikasi untuk memastikan kedisiplinan ASN tetap terjaga. Melalui sistem tersebut, aktivitas kerja pegawai dapat dipantau secara real time, termasuk keberadaan mereka selama jam kerja.

Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin, mengungkapkan tingkat kepatuhan ASN menunjukkan peningkatan. Pada pekan pertama, tercatat 137 ASN keluar dari zona kerja tanpa keterangan, namun angka tersebut turun menjadi 16 ASN pada pekan kedua.

Pemkot Bandung paparkan 3 dasar penerpan WFH


“Ini menunjukkan adanya peningkatan disiplin seiring evaluasi dan pengawasan yang terus dilakukan,” katanya.

Dari sisi efisiensi, sekitar 1.354 ASN yang menjalankan WFH berkontribusi pada penghematan BBM harian dengan rata-rata Rp25.000 per orang. Potensi penghematan yang dihasilkan mencapai puluhan juta rupiah setiap hari.

Pemkot Bandung juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan, serta tengah mengkaji publikasi data kepatuhan ASN secara berkala sebagai bentuk transparansi.

Pemerintah memastikan, kebijakan WFH tidak mengurangi kualitas layanan publik. Sebaliknya, langkah ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis teknologi. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update