![]() |
| Wali kota Bandung M. Farhan memaparkan penerapan WFH |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
mengatakan pengendalian mobilitas ASN menjadi kunci utama efisiensi. Dengan
berkurangnya aktivitas perjalanan dinas, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan
penggunaan energi dapat ditekan secara signifikan.
“WFH diarahkan untuk menurunkan
mobilitas pegawai sehingga tercipta efisiensi operasional tanpa mengganggu
kinerja,” ujarnya dalam konferensi pers di Pendopo Kota Bandung, Jumat
(24/4/2026).
Pemkot juga menerapkan sistem
pengawasan berbasis aplikasi untuk memastikan kedisiplinan ASN tetap terjaga.
Melalui sistem tersebut, aktivitas kerja pegawai dapat dipantau secara real
time, termasuk keberadaan mereka selama jam kerja.
Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi
Hendarin, mengungkapkan tingkat kepatuhan ASN menunjukkan peningkatan. Pada
pekan pertama, tercatat 137 ASN keluar dari zona kerja tanpa keterangan, namun
angka tersebut turun menjadi 16 ASN pada pekan kedua.
![]() |
| Pemkot Bandung paparkan 3 dasar penerpan WFH |
Dari sisi efisiensi, sekitar 1.354
ASN yang menjalankan WFH berkontribusi pada penghematan BBM harian dengan
rata-rata Rp25.000 per orang. Potensi penghematan yang dihasilkan mencapai
puluhan juta rupiah setiap hari.
Pemkot Bandung juga membuka ruang
partisipasi publik dalam pengawasan, serta tengah mengkaji publikasi data
kepatuhan ASN secara berkala sebagai bentuk transparansi.
Pemerintah memastikan, kebijakan
WFH tidak mengurangi kualitas layanan publik. Sebaliknya, langkah ini menjadi
bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis
teknologi. (rob/red).

.jpeg)