![]() |
| Menaker Yassierli memantau langsung peserta pelatihan vokasi nasional di Balai BPVP Serang |
Menurutnya, salah satu tantangan
utama ketenagakerjaan saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara
kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri. Untuk itu, pendekatan link
and match antara pelatihan dan dunia usaha harus terus diperkuat.
“Pelatihan vokasi yang berkualitas
menjadi jembatan untuk menutup kesenjangan tersebut, sehingga lulusan
benar-benar siap kerja,” ujarnya.
Yassierli menekankan bahwa
kurikulum pelatihan harus disusun selaras dengan kebutuhan industri. Ia juga
meminta para instruktur meningkatkan kualitas pembelajaran agar peserta
memiliki keterampilan yang relevan dan aplikatif.
Data tahun 2025 menunjukkan,
tingkat serapan lulusan pelatihan di BBPVP Serang mencapai 82 persen. Capaian
ini dinilai menjadi indikator bahwa program pelatihan yang dijalankan telah
sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker
meninjau sejumlah workshop pelatihan, mulai dari teknik las, listrik,
manufaktur, hingga teknologi informasi. Ia juga menyaksikan pelaksanaan walk in
interview yang mempertemukan peserta secara langsung dengan pihak industri.
Selain itu, Menaker berdialog dengan peserta untuk menyerap aspirasi serta memastikan program pelatihan memberikan manfaat nyata. Salah satu peserta, Mohamad Adam Firdaus (24), mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda selama mengikuti pelatihan elektro mechanical utility.

Menaker memberikan arahan kepada peserta Vokasi Nasional
“Fasilitasnya lengkap, instruktur
sangat membantu, dan materinya mudah dipahami. Bahkan ada yang belum saya
dapatkan saat di sekolah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia, BBPVP Serang pada tahun ini menyelenggarakan
PVN Batch I dengan tujuh kejuruan dan 18 program pelatihan. Program tersebut
meliputi bidang teknik las, teknik listrik, manufaktur, teknologi informasi dan
komunikasi, bisnis dan manajemen, fashion technology, hingga pengolahan
agroindustri.
Melalui penguatan pelatihan vokasi
yang adaptif dan berbasis kebutuhan industri, pemerintah berharap lulusan
pelatihan dapat terserap lebih cepat ke dunia kerja sekaligus meningkatkan daya
saing tenaga kerja nasional di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
(*/red).
