Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Muhammad Farhan Lantik 169 Pejabat, Tekankan Integritas dan Sinergi Pelayanan Publik

Rabu, 22 April 2026 | 23:53 WIB Last Updated 2026-04-22T16:53:59Z
Klik
Wali kota Bandung menandatangani SK Pelantikan 169 Pejabat Administrator dan Pengawasn dilingkungan Pemkot Bandung


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melantik sebanyak 169 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, Rabu (22/4/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung.

Dari total pejabat yang dilantik, terdiri atas 136 pejabat struktural, 15 kepala puskesmas, serta 18 pejabat fungsional. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Bandung.

Dalam sambutannya, Farhan menegaskan bahwa pelantikan jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah kepercayaan negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa integritas aparatur sipil negara akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, setiap pejabat diminta menjaga sikap profesional, jujur, dan konsisten dalam menjalankan tugas.

Farhan juga menyebut rotasi, mutasi, dan promosi sebagai hal yang wajar dalam dinamika birokrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus menyesuaikan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.

“Jabatan yang diemban harus dijalankan secara profesional, adaptif, dan penuh semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pejabat agar bekerja selaras dengan visi pembangunan Kota Bandung, yakni mewujudkan kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis hingga 2029.

Kepada para camat dan lurah, Farhan menegaskan peran strategis mereka sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah. Ia meminta adanya sinergi kuat antara kewilayahan dan perangkat daerah.

Pengucapan sumpah pejabat yang dilantik 

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari yang lain. Semua adalah bagian dari sistem pemerintahan yang terintegrasi. Kuncinya komunikasi dan kolaborasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya kehati-hatian aparatur dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap informasi yang disampaikan pejabat pemerintah berpotensi memengaruhi persepsi publik, sehingga harus dijaga akurasi dan etika penyampaiannya.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang tidak tepat merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ziz/red).

×
Berita Terbaru Update