Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

“Ngabandungan Bandung”, Saat Seni dan Teknologi Jadi Alarm Kesiapsiagaan Bencana

Senin, 27 April 2026 | 12:00 WIB Last Updated 2026-04-27T05:00:32Z
Klik
Anak2 cukup antusias mengahadiri dan menyaksiakan Video mapping " Ngabandungan Bandung" di Balai Kota Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Upaya membangun budaya sadar bencana kini semakin kreatif. Di Kota Bandung, pendekatan itu diwujudkan melalui pertunjukan video mapping bertajuk “Ngabandungan Bandung” yang digelar di Balai Kota Bandung pada Minggu malam, 26 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat kota, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana melalui cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Dongeng Kelana: Oray Tapa”, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan visual, cerita budaya, dan pesan edukatif. Alih-alih sekadar hiburan, video mapping ini menjadi media refleksi tentang hubungan manusia dengan alam serta pentingnya gotong royong dalam menghadapi potensi bencana.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas kreatif Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari, yang dikenal lewat karya-karya visual berskala nasional. Melalui teknologi visual yang imersif, pesan mitigasi disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami lintas usia.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menegaskan bahwa “Ngabandungan” bukan sekadar pertunjukan, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, kesiapsiagaan harus naik kelas—dari sekadar pengetahuan menjadi budaya hidup masyarakat.

Wali kota Bandung M.Farhan mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, sewaktu-waktu terjadi


Bandung sendiri bukan wilayah yang bebas risiko. Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor masih sering terjadi, ditambah potensi gempa dari Sesar Lembang yang dapat berdampak besar jika tidak diantisipasi sejak dini.

Melalui pendekatan kreatif ini, masyarakat diajak untuk tidak lagi memandang bencana sebagai peristiwa yang datang tiba-tiba tanpa persiapan. Sebaliknya, literasi kebencanaan perlu dibangun secara aktif—dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga komunitas.

“Ngabandungan Bandung” menjadi contoh bahwa edukasi kebencanaan tidak harus selalu formal dan kaku. Ketika pesan penting dikemas secara menarik dan relevan, peluang untuk dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih besar. (mad/red).

×
Berita Terbaru Update