![]() |
| Anak2 cukup antusias mengahadiri dan menyaksiakan Video mapping " Ngabandungan Bandung" di Balai Kota Bandung |
Kegiatan ini menjadi bagian dari
peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat kota, dengan tujuan utama
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana melalui cara yang
lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Dongeng Kelana:
Oray Tapa”, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan visual, cerita budaya, dan
pesan edukatif. Alih-alih sekadar hiburan, video mapping ini menjadi media refleksi
tentang hubungan manusia dengan alam serta pentingnya gotong royong dalam
menghadapi potensi bencana.
Acara ini merupakan hasil
kolaborasi antara komunitas kreatif Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari,
yang dikenal lewat karya-karya visual berskala nasional. Melalui teknologi
visual yang imersif, pesan mitigasi disampaikan dengan cara yang lebih mudah
dipahami lintas usia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menegaskan bahwa “Ngabandungan” bukan sekadar pertunjukan, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, kesiapsiagaan harus naik kelas—dari sekadar pengetahuan menjadi budaya hidup masyarakat.

Wali kota Bandung M.Farhan mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, sewaktu-waktu terjadi
Bandung sendiri bukan wilayah yang
bebas risiko. Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor masih
sering terjadi, ditambah potensi gempa dari Sesar Lembang yang dapat berdampak
besar jika tidak diantisipasi sejak dini.
Melalui pendekatan kreatif ini,
masyarakat diajak untuk tidak lagi memandang bencana sebagai peristiwa yang
datang tiba-tiba tanpa persiapan. Sebaliknya, literasi kebencanaan perlu
dibangun secara aktif—dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga komunitas.
“Ngabandungan Bandung” menjadi
contoh bahwa edukasi kebencanaan tidak harus selalu formal dan kaku. Ketika
pesan penting dikemas secara menarik dan relevan, peluang untuk dipahami dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih besar. (mad/red).
