![]() |
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi, S.I.P., M.I.P., mengunjungi lokasi longsor, di Cikendi, Kecamatan Cidadap, (foto: humpro). |
Dalam peninjauan tersebut, Nina
menyaksikan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat
pergerakan tanah. Kawasan yang terdampak diketahui merupakan pemukiman padat
dengan kontur perbukitan, sehingga rawan terhadap bencana longsor.
Menurut Nina, kondisi geografis di
wilayah Cidadap dan Ciumbuleuit menyimpan potensi risiko yang tidak bisa
dianggap sepele. Dari luar, kawasan tersebut tampak sebagai lingkungan
perkotaan yang tertata, namun memiliki struktur tanah yang cukup ekstrem.
“Jika dilihat dari luar memang
terlihat aman, tetapi setelah masuk ke dalam, medannya cukup curam seperti
daerah pegunungan. Ini tentu berbahaya, apalagi ada rumah kontrakan warga yang
dapurnya terdampak langsung,” ujarnya saat berada di lokasi.
Selain melakukan peninjauan, Nina
juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut
diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa
pemulihan pascabencana.
Tak hanya itu, kehadiran Nina juga
dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moral kepada warga. Ia terlihat
berdialog dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga,
lansia, hingga aparat kewilayahan guna menyerap aspirasi serta mengetahui kebutuhan
mendesak di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya
bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai
wakil rakyat untuk memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara
konkret.
“Kami hadir untuk memastikan warga
merasa terayomi. Temuan di lapangan ini akan kami bawa ke pembahasan di DPRD
agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal, termasuk upaya mitigasi ke
depan,” tegasnya.
Kunjungan tersebut ditutup dengan
dialog bersama tokoh masyarakat dan aparat setempat. Pertemuan ini diharapkan
dapat memperkuat koordinasi antara legislatif dan warga dalam menghadapi
potensi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan di Kota Bandung.
(Robby/red).
