![]() |
| Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menyatakan program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian sosial dan
ekonomi perempuan, khususnya ibu kepala keluarga. Menurutnya, peran mereka
sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan.
“Program ini memastikan para ibu
tunggal memiliki keberdayaan, sehingga mampu membesarkan anak-anaknya menjadi
generasi terbaik,” ujarnya.
Farhan menilai, tekanan ekonomi saat ini semakin berat, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, Pekka Bersinar hadir sebagai bagian dari strategi meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan, pemberdayaan usaha, dan penguatan jejaring.
Sementara itu, Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati,
mengungkapkan terdapat sekitar 183.853 perempuan kepala keluarga di Kota
Bandung atau 21,4 persen dari total kepala keluarga.
Farhan menyerahkan penghargaan
Program ini tidak hanya menyasar
perempuan yang secara administratif menjadi kepala keluarga, tetapi juga mereka
yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Dalam pelaksanaannya, Pemkot
akan membentuk kelompok usaha di tiap kecamatan, memberikan pelatihan vokasi,
serta membantu legalitas usaha.
Sebagai tahap awal, sebanyak 25
perempuan kepala keluarga menerima bantuan modal masing-masing Rp2 juta dari
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Pemkot berharap program Pekka
Bersinar dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan
keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan kota.(rob/red).
