![]() |
| Petugas DKPP sedang memeriksa kesehatan haewan Kurban (foto:dok.dkpp). |
Langkah ini bukan sekadar rutinitas
tahunan, tetapi bentuk keseriusan dalam mencegah penyebaran penyakit hewan
sekaligus melindungi masyarakat sebagai konsumen. Sebanyak 184 petugas
disiagakan untuk pemeriksaan post mortem, sementara tim ante mortem telah lebih
dulu diterjunkan sejak pertengahan April untuk memantau kondisi hewan sebelum
disembelih.
Tim pemeriksa terdiri dari berbagai
unsur, mulai dari petugas internal DKPP, mahasiswa kedokteran hewan, hingga
dokter hewan profesional. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengawasan kesehatan
hewan kurban tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan
pendekatan lintas keahlian.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin
Ginanjar menegaskan bahwa seluruh proses pengawasan mengacu pada standar
kesehatan hewan yang ketat. Mulai dari asal hewan, kondisi fisik, hingga
kelengkapan dokumen seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), semuanya
harus terpenuhi sebelum hewan dinyatakan layak.
Selain itu, lokasi penjualan hewan
kurban juga menjadi fokus pengawasan. Kandang diwajibkan memenuhi prinsip
kesejahteraan hewan, seperti kebersihan, perlindungan dari cuaca ekstrem, serta
ketersediaan fasilitas sanitasi dan pengelolaan limbah. Hal ini penting untuk
mencegah potensi penularan penyakit, baik antar hewan maupun ke manusia.
Inovasi juga dilakukan melalui
pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi e-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang)
memungkinkan masyarakat mengakses informasi detail terkait hewan kurban hanya
dengan memindai barcode. Transparansi ini menjadi langkah maju dalam memberikan
rasa aman kepada masyarakat saat memilih hewan kurban.
![]() |
| Hewan Kurban sudah diperiksa Tim Medis DKPP dan dinyatakan sehat |
Dengan kapasitas gabungan mencapai
210 ekor per hari, kedua RPH tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat sekaligus menjamin kualitas daging yang dihasilkan tetap aman untuk
dikonsumsi.
Upaya komprehensif ini menunjukkan
bahwa kesehatan hewan kurban bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bagian dari
tanggung jawab bersama. Dengan pengawasan yang ketat dan kesadaran masyarakat
yang meningkat, pelaksanaan ibadah kurban diharapkan dapat berlangsung dengan
aman, sehat, dan penuh keberkahan. (ray/red).

