Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengawasan Diperketat, DKPP Bandung Turunkan 184 Petugas Demi Kesehatan Hewan Kurban

Senin, 27 April 2026 | 11:49 WIB Last Updated 2026-04-27T04:49:04Z
Klik
Petugas DKPP sedang memeriksa kesehatan haewan Kurban (foto:dok.dkpp).



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, perhatian terhadap kesehatan hewan kurban di Kota Bandung semakin diperkuat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat menyiapkan ratusan petugas untuk memastikan setiap hewan yang diperjualbelikan hingga disembelih berada dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai syariat.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk keseriusan dalam mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus melindungi masyarakat sebagai konsumen. Sebanyak 184 petugas disiagakan untuk pemeriksaan post mortem, sementara tim ante mortem telah lebih dulu diterjunkan sejak pertengahan April untuk memantau kondisi hewan sebelum disembelih.

Tim pemeriksa terdiri dari berbagai unsur, mulai dari petugas internal DKPP, mahasiswa kedokteran hewan, hingga dokter hewan profesional. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan lintas keahlian.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menegaskan bahwa seluruh proses pengawasan mengacu pada standar kesehatan hewan yang ketat. Mulai dari asal hewan, kondisi fisik, hingga kelengkapan dokumen seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), semuanya harus terpenuhi sebelum hewan dinyatakan layak.

Selain itu, lokasi penjualan hewan kurban juga menjadi fokus pengawasan. Kandang diwajibkan memenuhi prinsip kesejahteraan hewan, seperti kebersihan, perlindungan dari cuaca ekstrem, serta ketersediaan fasilitas sanitasi dan pengelolaan limbah. Hal ini penting untuk mencegah potensi penularan penyakit, baik antar hewan maupun ke manusia.

Inovasi juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi e-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang) memungkinkan masyarakat mengakses informasi detail terkait hewan kurban hanya dengan memindai barcode. Transparansi ini menjadi langkah maju dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat saat memilih hewan kurban.

Hewan Kurban sudah diperiksa Tim Medis DKPP dan dinyatakan sehat




Tak hanya pada tahap sebelum penyembelihan, pengawasan juga berlanjut di rumah potong hewan. Dua fasilitas utama milik pemerintah, yakni RPH Ciroyom dan RPH Cirangrang, telah dipersiapkan untuk melayani pemotongan dengan standar higienis dan pengawasan ketat.

Dengan kapasitas gabungan mencapai 210 ekor per hari, kedua RPH tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjamin kualitas daging yang dihasilkan tetap aman untuk dikonsumsi.

Upaya komprehensif ini menunjukkan bahwa kesehatan hewan kurban bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama. Dengan pengawasan yang ketat dan kesadaran masyarakat yang meningkat, pelaksanaan ibadah kurban diharapkan dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan penuh keberkahan. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update