Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semangat Kartini di Tubuh Kowad: Halal Bihalal 1447 H Jadi Momentum Penguatan Perempuan Tangguh dan Berdaya

Kamis, 23 April 2026 | 14:16 WIB Last Updated 2026-04-23T07:16:02Z
Klik
Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., bersama Kowad dan Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos; Danpusdikkowad Kolonel CKU (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal 1447 H yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini Tahun 2026 oleh Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD). Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas peran strategis perempuan dalam pengabdian kepada bangsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos., yang memberikan arahan penting terkait penguatan sumber daya manusia di lingkungan militer, khususnya bagi prajurit wanita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Danpusdikkowad Kolonel CKU (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M., serta Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., yang turut hadir sebagai narasumber.

Mengusung tema “Melangkah Menuju Kesetaraan Pemberdayaan Perempuan dan Transformasi Bisnis Lokal”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para prajurit Kowad untuk memperkuat solidaritas sekaligus menghapus sekat prasangka yang dapat mengganggu keharmonisan internal.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Saiful Rizal menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan melalui prinsip “Anggun dalam Penampilan, Tangguh dalam Kemampuan”. Ia juga mengingatkan prajurit akan tantangan era digital yang sarat dengan ancaman seperti hedonisme digital, disrupsi moral, hingga penyebaran informasi post-truth yang dapat merusak integritas pribadi.

Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos


“Jangan sampai kehormatan ditukar dengan kesenangan sesaat,” tegasnya. Ia pun membagikan lima pedoman utama, mulai dari menjaga niat, menjunjung integritas, bijak dalam penggunaan teknologi, meneladani senior, hingga meningkatkan kompetensi untuk menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Dr. Nurhaeni Sikki dalam pemaparannya mengajak para prajurit Kowad untuk memaknai kembali sejarah panjang perjuangan perempuan di tubuh militer sejak berdirinya Kowad pada tahun 1960. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran ganda yang kompleks, namun tetap mampu menunjukkan ketahanan dan profesionalisme tinggi.

Menurutnya, tantangan dalam pengembangan karier Kowad masih perlu mendapat perhatian, terutama dalam aspek manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu, ia mendorong lahirnya sosok “Kartini modern” yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual, intelektual, dan emosional.

Lebih lanjut, Dr. Nurhaeni juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender sebagai bentuk kemitraan sejajar antara laki-laki dan perempuan. Ia mencontohkan keberhasilan perempuan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, seperti pengolahan mangga gedong gincu menjadi produk bernilai tinggi yang mampu meningkatkan kemandirian finansial.

Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P


Menutup pemaparannya, ia membagikan refleksi perjalanan hidupnya setelah mengabdi di Kowad selama dua dekade. Baginya, perpindahan dari dunia militer ke akademisi bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan bentuk transformasi untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras yang dibentuk selama di Kowad tetap menjadi fondasi dalam perjalanan saya di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kodiklatad kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter prajurit wanita yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika zaman.(*/red).

×
Berita Terbaru Update