![]() |
| Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., bersama Kowad dan Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos; Danpusdikkowad Kolonel CKU (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M |
Hadir dalam kegiatan tersebut
Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos., yang memberikan
arahan penting terkait penguatan sumber daya manusia di lingkungan militer,
khususnya bagi prajurit wanita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi
kepada Danpusdikkowad Kolonel CKU (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M., serta Wakil
Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., yang turut hadir
sebagai narasumber.
Mengusung tema “Melangkah Menuju
Kesetaraan Pemberdayaan Perempuan dan Transformasi Bisnis Lokal”, kegiatan ini
menjadi ruang inspiratif bagi para prajurit Kowad untuk memperkuat solidaritas
sekaligus menghapus sekat prasangka yang dapat mengganggu keharmonisan
internal.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Saiful Rizal menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan melalui prinsip “Anggun dalam Penampilan, Tangguh dalam Kemampuan”. Ia juga mengingatkan prajurit akan tantangan era digital yang sarat dengan ancaman seperti hedonisme digital, disrupsi moral, hingga penyebaran informasi post-truth yang dapat merusak integritas pribadi.
“Jangan sampai kehormatan ditukar
dengan kesenangan sesaat,” tegasnya. Ia pun membagikan lima pedoman utama,
mulai dari menjaga niat, menjunjung integritas, bijak dalam penggunaan
teknologi, meneladani senior, hingga meningkatkan kompetensi untuk menghadapi
tantangan global..JPG.jpeg)
Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos
Sementara itu, Dr. Nurhaeni Sikki dalam pemaparannya mengajak para prajurit Kowad untuk memaknai kembali sejarah panjang perjuangan perempuan di tubuh militer sejak berdirinya Kowad pada tahun 1960. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran ganda yang kompleks, namun tetap mampu menunjukkan ketahanan dan profesionalisme tinggi.
Menurutnya, tantangan dalam
pengembangan karier Kowad masih perlu mendapat perhatian, terutama dalam aspek
manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu, ia mendorong lahirnya sosok
“Kartini modern” yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara
spiritual, intelektual, dan emosional.
Lebih lanjut, Dr. Nurhaeni juga
menyoroti pentingnya kesetaraan gender sebagai bentuk kemitraan sejajar antara
laki-laki dan perempuan. Ia mencontohkan keberhasilan perempuan dalam
mengembangkan potensi ekonomi lokal, seperti pengolahan mangga gedong gincu
menjadi produk bernilai tinggi yang mampu meningkatkan kemandirian finansial.
![]() |
| Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P |
“Nilai-nilai kedisiplinan,
tanggung jawab, dan kerja keras yang dibentuk selama di Kowad tetap menjadi
fondasi dalam perjalanan saya di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kodiklatad
kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter prajurit wanita yang
berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika
zaman.(*/red).

