Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tumpukan Sampah, Pemkot Bandung Prioritaskan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir

Selasa, 14 April 2026 | 21:58 WIB Last Updated 2026-04-14T14:58:14Z
Klik
Banyak tumpukan sampah, Pemkot Bandung akan prioritaskan Normalisasi Sungai dan drainase

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung memfokuskan penanganan banjir pada normalisasi aliran sungai, menyusul tingginya volume sampah yang menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air di sejumlah titik kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh tumpukan sampah yang menghambat aliran air di sungai dan drainase.

“Banjir kemarin itu selain karena cuaca ekstrem juga karena saluran pembuangan banyak tersumbat sampah. Jumlahnya sangat besar,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Senin (13/4/2026).

Farhan menyebut, dalam satu hari petugas bahkan mampu mengangkut hampir 300 meter kubik sampah dari aliran sungai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kapasitas infrastruktur, melainkan pada terganggunya aliran air akibat sampah.

Ia memastikan bahwa infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi masih berfungsi dengan baik. Namun, luapan tetap terjadi karena air tidak dapat mengalir lancar akibat penyumbatan di sungai.

“Kolam retensi berfungsi, tapi yang meluap itu sungainya karena rata-rata tersumbat sampah,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, Pemkot Bandung kini memprioritaskan pengangkutan sampah dari sungai. Farhan menilai, setelah aliran dibersihkan, air dapat surut dengan cepat, yang menandakan sistem yang ada masih cukup memadai.

Ke depan, Pemkot Bandung juga berencana memperkuat peran petugas kebersihan, termasuk petugas gorong-gorong dan kebersihan (gober), dengan penambahan tugas serta dukungan insentif.

“Kita akan berdayakan gober dan tentu kita upayakan ada penambahan insentif. Ini sedang kita hitung dalam APBD,” ujarnya.

Inilah aliran sunhau Cikapundung di jalan Siliwangi Bandung


Farhan menegaskan, pembangunan kolam retensi baru bukan menjadi prioritas utama saat ini. Ia menilai, tanpa pengelolaan sungai yang baik, penambahan infrastruktur tidak akan memberikan dampak signifikan.

“Percuma membangun kolam retensi kalau sungainya tidak dikelola. Air tetap meluap karena pendangkalan dan sampah,” katanya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bandung berencana melakukan revitalisasi sungai secara menyeluruh, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran air.

Farhan berharap, langkah-langkah tersebut dapat menekan risiko banjir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertib di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan upaya ini bisa mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” tuturnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update