Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk 500 Warga Garut, Dorong Lahirnya Peluang Kerja Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:50 WIB Last Updated 2026-05-09T13:50:49Z
Klik
Menaker Yassierli berdialog dgn petani di kawsan Papandayan Garut



GARUT, FAKTABANDUNGARAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Program tersebut diarahkan untuk memperluas peluang kerja sekaligus mendorong tumbuhnya usaha berbasis potensi desa.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi besar di sektor agroforestry dengan dukungan kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare serta keterlibatan aktif pemerintah desa dan pelaku usaha lokal.

Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli saat berdialog dengan petani kawasan Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, pelatihan yang disiapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga dirancang untuk membangun rantai usaha yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” katanya.

Program pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang di sektor agroforestry, mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, hingga pelatihan barista. Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budidaya kentang dan cabai guna memperkuat sektor pertanian produktif masyarakat.

Tak hanya sektor pertanian, pelatihan di bidang pariwisata juga akan diberikan melalui materi hospitality dan tour guide untuk mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian di wilayah Garut.

Menaker Yassierli menemui petani Papandayan Garut


Yassierli berharap program tersebut dapat menjadikan Desa Karamatwangi sebagai percontohan pengembangan ekonomi desa berbasis agroforestry yang mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemnaker juga telah menjalankan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta di sejumlah desa di Kecamatan Cisurupan sepanjang 2025 hingga 2026.

Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan penyangraian biji kopi. Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang dengan fokus pada budidaya, pascapanen, hingga roasting kopi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update